Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU) Kalimantan Selatan, meniadakan kegiatan pesantren Ramadhan tahun ini, yang biasa digelar setiap bulan puasa guna mengisi liburan sekolah.

"Tidak diselenggarakannya pesantren Ramadhan di sekolah-sekolah di HSU karena adanya aspirasi dari masyarakat," ujar Kepala Disdik HSU, Hery Priyanto, di Amuntai Senin.

Masyarakat, jelas Hery menghendaki agar kegiatan pesantren Ramadhan yang digelar disekolah-sekolah ditiadakan saja, karena hasil dari pesantren di sekolah ini dianggap tidak memberikan hasil yang diharapkan.

Dengan ditiadakannya pesantren di sekolah, lanjut Hery, bukan berarti kegiatan pesantren sekolah gagal memenuhi tujuan pelaksanaannya, hanya saja hasil dari pesantren disekolah selama ini masih belum sesuai dengan keinginan warga, khususnya orang tua siswa.

Hery tidak menjelaskan lebih jauh keinginan orang tua wali siswa yang belum terpenuhi dari kegiatan pesantren Ramadhan tersebut yang kemungkinan hanya masalah teknis penyelenggaraan.

Sebagai gantinya, kata Hery pihak mempersilahkan kepada masyarakat sendiri untuk melaksanakan pesantren Ramadhan dan para siswa diperbolehkan untuk ikut kegiatan pesantren Ramadhan tersebut.

Karena seperti Ramadan tahun kemaren, Pesantren Ramadhan juga semarak dilaksanakan organisasi pendidikan non formal, mahasiswa dan lembaga swadaya masyarakat.

Selain itu, selama Ramadan Pemerintah Kabupaten HSU telah meliburkan para siswa hingga usai lebaran, yakni dimulai 19 Juli hingga 27 Agustus mendatang.

"Kami menjamin libur selama sebulan penuh ini tidak akan mengganggu agenda belajar siswa" tandas Hery.

Libur panjang selama Ramadhan ini, jelasnya tidak mengurangi jumlah hari efektif minimal belajar siswa sesuai yang ditentukan Kementerian Pendidikan Nasional yakni selama 100 hingga 110 hari per semester.

Hery berharap para siswa dapat mengisi libur panjang ini dengan aktivitas yang bermanfaat, baik dengan mengikuti kegiatan pesantren Ramadhan maupun kegiatan lainnya di masyarakat yang positif. Edy


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026