Direktur Perusahaan Daerah Air Minum Kotabaru Zulkifli AR, Kamis, mengatakan, nilai bantuan sambungan air bersih dari Australia itu sekitar Rp2 miliar.
"Jadi rata-rata setiap sambungan air bersih dinilai Rp2 juta," katanya.
Sebelum bantuan tersebut direalisasikan, Pemerintah Australia meminta daerah yang mendapatkan bantuan terlebih dahulu menyertakan modal kepada PDAM setempat senilai Rp2 miliar.
Modal tersebut akan dikembalikan Australia kepada Pemkab Kotabaru setelah PDAM selesai memasang 1.000 sambungan baru kepada pelanggan yang berpenghasilan rendah.
Masyarakat yang akan mendapatkan bantuan sambungan air bersih tersebut, mereka yang listrik rumahnya kapasitas 450 volt ampare (VA).
"Diprioritaskan mereka yang berada di permukiman padat penduduk dan di perdesaan," katanya.
Rencananya, 1.000 sambungan tersebut akan diberikan kepada calon pelanggan PDAM di Sengayam, Kecamatan Pamukan Barat, Bakau, Kecamatan Pamukan Utara serta permukiman nelayan di Barak, Kecamatan Pulau Laut Utara.
PDAM berharap, ujar dia, calon pelanggan masih diwajibkan untuk membantu biaya operasional petugas kisaran Rp750 ribu-Rp1 juta.
Menurut Zulkifli, kuota 1.000 sambungan, sebenarnya masih bisa ditambah sesuai dengan permintaan masyarakat.
Namun tetap dikembalikan kepada pemerintah daerah, apakah pemerintah setempat bersedia menyertakan modal minimal senilai jumlah sambungan.
"Apabila sambunganya sekitar 2.000 pelanggan MBR, maka modal yang harus disetor ke PDAM minimal Rp4 miliar," pungkasnya.
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.