Banyak ancaman nyata dan belum nyata seperti narkotika patut diwaspadai. Musuhnya tidak terlihat namun dampaknya mulai terasa yang sedikit demi sedikit bisa menghancurkan pertahanan negara
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Di era perkembangan teknologi informasi yang begitu pesat, Bangsa Indonesia harus bisa mempertahankan negara dari segala bentuk ancaman global, terutama waspada terhadap ancaman nonmiliter yang tak terlihat.

"Banyak ancaman nyata dan belum nyata seperti narkotika patut diwaspadai. Musuhnya tidak terlihat namun dampaknya mulai terasa yang sedikit demi sedikit bisa menghancurkan pertahanan negara," kata Kepaka Kantor Kementerian Pertahanan Wilayah Kalsel Kolonel Inf Beni Wahyudi.

Hal itu dikatakannya saat Seminar Sinergitas Penanganan Ancaman Non Militer di Provinsi Kalimantan Selatan yang dilaksanakan di Aula Kayuh Baimbai Pemko Banjarmasin.

Beni menekankan, perlu diketahui  bentuk ancaman nonmiliter tidak terlihat tetapi kalau didiamkan akan membahayakan negeri ini.

"Untuk itu, perlunya Bela Negara dari senegap anak bangsa guna mempertahankan negara dari segala bentuk ancaman naik militer maupun nonmiliter," paparnya.
Sementara Kepala Kesbangpol Provinsi Kalsel Taufik Sugiono yang menjadi narasumber mengatakan, kondisi bangsa saat ini sedang diancam oleh ancaman nonmiliter berupa bencana yang saat ini banyak sekali terjadi.

"Kita harus bersatu dan bangsa ini terbukti ampuh menghadapi segala ancaman, dimana sistem pertahanan  yang tumbuh dan perkembangan dari kesejarahan masa lalu bejuang bisa bangkit dari setiap keterpurukan," jelasnya.

Sedangkan pembicara lain Dr Andi Tenri Sompa menyampaikan, ancaman dimensi ideologi saat ini dengan masuknya komunisme dengan segala propagandanya, liberalisme atau paham kebebasan yang mengancam ideologi Pancasila.

"Ancaman dimensi politik yang dekat bagi kita adalah dengan akan diadakannya Pemilu yang sebentar lagi akan dilaksnakan tetapi bukan karena Pemilunya yang menjadi ancaman  nonmiliter tetapi ada oknum-oknum yang harus kita waspadai dalam Pemilu," beber dosen Universitas Lambung Mangkurat (ULM) itu.
Adapun peserta dan undangan yang turut hadir dalam seminar sehari itu, diantaranya Kepala Seksi Intelijen Korem 101/Antasari Mayor Inf Fery A, Staf Ahli Bidang Hukum dan Politik Pemkot Banjarmasin M Muhyar, Kasi PAM Rindam VI/Mulawarman Mayor Inf Sidik, Wadir Polairud Polda Kalsel AKBP Kukuh P.
 
Selanjutnya, Kasat Reserse Narkoba Polresta Banjarmasin Kompol Herry Purwanto, Kasdim 1007/Banjamasin Mayor Inf Maserani, Danramil 1007-03/Banjarmasin Barat Mayor Czi Tandra Wideru, Kasiopslat Lanud Syamsudin Noor Kapten Lek Heru Jatmiko, Palaksa KAL Kumai Lettu Laut (P) Rizal Aschamajaya, Dosen Upaya Drs Masrani Noor dan Menwa Kalsel Supiyannor serta mahasiswa UIN dan ULM.

Pewarta: Firman
Editor : Gunawan Wibisono

COPYRIGHT © ANTARA 2026