Bank Indonesia Banjarmasin Kalimantan Selatan berharap ke depan Banjarmasin bisa menjadi kota perdagangan modern yaitu perdagangan yang transaksinya tidak lagi menggunakan uang tunai tetapi dengan kartu debet dan lainnya.

Direktur Regional BI wilayah Kalimantan Khairil Anwar di hadapan para pejabat SKPD Pemprov Kalsel, di Banjarmasin Rabu, mengatakan, dengan perdagangan modern maka pihaknya bisa menekan kerusakan uang pada uang kertas.

Menurut dia, saat ini kesadaran masyarakat untuk bisa merawat dan memperlakukan uang kertas dengan baik masih cukup rendah, bahkan tidak sedikit warga yang memperlakukan uang kertas dengan dikumal-kumal seperti kertas tidak berharga.

"Apalagi di daerah hulu sungai atau di pasar-pasar, tidak sedikit uang sobek dan di plaster tetap dimanfaatkan sebagai alat jual beli," katanya.

Dalam setiap harinya, Bank Indonesia Banjarmasin menghanguskan atau memusnahkan uang kertas yang nilai cukup besar, mencapai miliaran rupiah.

"Tentu hal tersebut menjadi sangat sia-sia dan disayangkan, dengan pasar modern maka kerusakan uang bisa dihindarkan, karena warga bertransaksi dengan kartu," katanya.

Mewujdukan hal tersebut, kata dia, pihaknya akan membangun kerja sama dengan supermarket terutama yang ada di mall seperti di Duta Mall, agar tidak menerima uang tunai untuk pembayaran belanja atau transaksi.

Bahkan kalau perlu, kata dia, kasir di supermarket ditulis tidak menerima uang tunai tetapi pembayaran dengan kartu debet atau kartu lainnya.

"Saya harap para pejabat pemerintah daerah dan para PNS bisa mengawalinya dengan memanfaatkan kartu untuk bertransaksi, uang kita dijamin tidak akan rusak," katanya.

Sebelumnya, Bank Indonesia (BI) Banjarmasin Kalimantan Selatan bakal menarik uang rusak atau tidak layak edar hingga ke daerah terpencil.

Penarikan terhadap uang tidak layak edar tersebut antara lain dengan membuka pos-pos penukaran uang kecil hingga daerah-daerah.

Pada tahun 2011 BI lebih fokus pada layanan penukaran uang di pusat-pusat keramaian seperti pasar-pasar di kota kabupaten, dan untuk 2012 in, kegiatan penukaran uang dilakukan hingga wilayah terpencil.

Selama 2011 layanan penukaran uang di Kantor Bank Indonesia Banjarmasin mencatat kenaikan volume penukaran uang sebesar 11,19 persen dibandingkan tahun sebelumnya, atau dari 28,35 juta lembar pada 2010 menjadi 31,52 juta lembar pada 2011./C


: Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026