DPRD Kalimantan Selatan meminta penyaluran "Corporate Social Responsibility" (CSR) sejumlah perusahaan di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu agar tepat sasaran.


Permintaan itu mengemuka dalam rapat dengar pendapat Komisi III bidang pembangunan dan infrstruktur DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) dengan sejumlah perusahaan pertambangan pemegang Perjanjian Kerjasama Penambangan Batu Bara (PKP2B), di Banjarmasin, Rabu.

Ketua Komisi III DPRD Kalsel, yang juga membidangi pertambangan dan energi itu, Puar Junaidi maupun anggota komisinya, mengemukakan alasan permintaan mereka, antara lain karena ada temuan penyaluran CSR yang terkesan tidak tepat sasaran.

"Sebagai contoh ada perusahaan pertambangan di Kalsel memberikan CSR kepada pejabat untuk bermain tenis lapangan keluar daerah," ungkap Rahmat Nopliardy, anggota Komisi III DPRD.

Contoh lain, CSR untuk membantu pendanaan ulang tahun atau Hari Jadi Pemerintah Kabupaten (Pemkab) tersebut, tambah Ketua Komisi III DPRD Kalsel dari Partai Golkar itu.

Anggota DPRD Kalsel dua periode itu, menyarankan, perusahaan agar lebih transparan dalam hal CSR, dengan melibatan peran media massa, sehingga tak menimbulkan kesan negatif.

"Karena selama ini masih ada kesan negatif terhadap perusahaan pertambangan batu bara mislanya, yaitu masyarakat sekitar cuma menghirup debu dari `emas hitam` tersebut, tidak menikmati kekayaan sumber daya alam di daerah sendiri," kata Puar.

Sementara H Muhaimin, anggota Komisi III DPRD Kalsel dari Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP), menilai, CSR yang disalurkan perusahaan pertambangan batu bara di provinsinya selama ini, masih kecil.

Karena itu, Ketua Fraksi PDIP DPRD Kalsel tersebut berharap, perusahaan pertambangan batu bara di provinsinya agar lebih meningkatkan CSR, guna peningkatan kesejahteraan masyarakat, terutama yang tinggal di sekitar penambangan.

Rapat dengar pendapat dengan Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi lingkungan hidup tersebut hanya dihadiri lima dari 15 perusahaan pertambangan pemegang PKP2B di provinsi tersebut.

Dari lima perusahaan pertambangan batu bara pemegang PKP2B itu, terungkap CSR yang mereka salurkan selama Tahun 2011, keseluruhan mencapai belasan miliar rupiah dan 2012 akan ditingkatkan lagi./Shn/D.


Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026