Kualitas produk karet mentah kita dinilai masih sangat rendah, sehingga kalah bersaing dengan negara importir lainnya
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Perdagangan Provinsi Kalimantan Selatan Birhasani mengatakan, volume ekspor karet Kalsel pada Januari hingga Juni 2018 hanya 37,8 ribu ton, atau turun 44 persen dibanding 67,7 ribu ton pada periode yang sama tahun 2017.

Birhasani di Banjarmasin, Jumat mengatakan bahwa turunnya volume ekspor, antara lain, disebabkan berkurangnya permintaan dari beberapa negara akibat melemahnya perekonomian negara tujuan.

Begitu juga dengan nilai ekspor Kalsel, turun sebesar 53,71 persen dari 128 juta dolar AS lebih pada Januari hingga Juni 2017 menjadi 59,3 juta dolar AS lebih periode sama tahun ini.

Penurunan nilai maupun volume ekspor produk karet mentah tersebut, juga diakibatkan karena kualitas produksi karet mentah yang masih cukup rendah.

"Kualitas produk karet mentah kita dinilai masih sangat rendah, sehingga kalah bersaing dengan negara importir lainnya," katanya.

Padahal pemerintah daerah dan seluruh pihak terkait, terus berupaya meningkatkan kualitas produksi bokar melalui berbagai program dan kampanye.

Namun, hingga kini upaya tersebut, belum berhasil maksimal, beberapa produk karet petani, masih banyak bercampur kotoran.

Beberapa kabupaten yang telah melaksanakan program peningkatan kualitas karet antara lain Kabupaten Tabalong.

Sebelumnya, Pemerintah Kabupaten Tabalong,membangun gudang Bahan Olahan Karet (Bokar) di Kecamatan Muara Uya untuk mendukung Gerakan Masyarakat Meningkatkan Mutu Karet (Gemas Mekar).

Bupati Tabalong Anang Syakhfiani menargetkan membangun lima gudang Bokar di sejumlah kecamatan yang potensi getah karetnya cukup tinggi.

"Selain di Kecamatan Muara Uya pembangunan gudang Bokar juga dibangun di Haruai serta tiga gudang yang sama kita bangun tahun depan," ungkap Anang.

Gerakan Masyarakat Meningkatkan Mutu Karet sendiri mulai dicanangkan sejak 2015 namun baru tahun ini bisa dilaksanakan dimana petani karet bisa menghasilkan getah karet berkualitas.

Gudang Bokar di Kecamatan Muara Uya sendiri akan dikeloa Unit Pengolahan dan Pemasaran Fajar Menyingsing sekaligus sebagai tempat belajar bagi kalangan petani dalam pengolahan Bokar berkualitas.

Diantaranya dengan tidak merendam karet d kolam air atau sungai serta menggunakan lembeku deorub sehingga bokar yang dihasilkan kadar airnya rendah.

Sebelumnya, karet merupakan salah satu komoditas ekspor andalah petani Kalimantan Selatan. Bahkan pada masa kejayaannya, petani karet dikenal sebagai petani yang kaya dan hidup berkecukupan.

Namun, sejak beberapa tahun terakhir, potensi yang menjadi tumpuan hidup sebagian besar petani di Hulu Sungai tersebut, semakin tidak menarik, seiring dengan merosotnya harga juga bokar.

Kini pemerintah daerah, berupaya untuk mengembalikan masa keemasan karet, melalui berbagai program, baik peremajaan, peningkatan kualitas, serta upaya membuat produk setengah jadi karet.


 

Pewarta: Latif Thohir
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026