Pemerintah Kabupaten (Pemkab), Tanah Bumbu (Tanbu), Kalsel, kini mulai mempercantik atau menambah ke indahaan wilayah perkotaan menuyusul diselesaikannya pembangunan infrastruktur jalan poros pedesaan antara kecamatan di daerah pedalaman. 


Perbaikan infrastruktur selanjutya mulai fokus dilakukan pada jalan lingkungan termasuk saluran drainase khususnya di pusat perkotaan yang notabenya memiliki jumlah kepadatan penduduk tinggi.

"Sebagaimana jajnji politik yang pernah saya sampaikan sejak awal menjadi bupati. Pembangunan infrastruktur kini telah terpenuhi meskipun masih ada yang masih tahap pelaksanaan," katanya pada saat mengadiri acara Isra` Miraj 1433 Hijriyah di Taman Pendidikan Alqur`an, Nurul Akbar, Kecamatan Simpang Empat, Selasa.

Menurut bupati, sudah hampir seratus persen perbaikan dan pembangunan jalan poros pedesaan selesai dilaksanakan sampai ke tahap pengaspalan. Jalan tersebut merupakan penghubung wilayah antara kecamatan seperti Karang Bintang, Kusan Hulu, dan Kecamatan Mantewe.

Pertengahan 2012 ini, katanya, pemerintah mulai menyusun anggaran perbaikan sarana infrastruktur jalan lingkungan dan saluran drainase di seluruh sudut kota yang selama ini terlihat kotor akibat kerap tergenang air. Pelaksanaan perbaikanya ditargetkan terealisasi mulai awal 2013 menyusul ditetapkanya hasil penyusuna anggaran pada tahun ini.

"Beginilah cara pemerintah melaksanakan program pembangunan kepada masyarakat. Jadi tidak semerta-merta membangun langsung ada danya, tapi harus direncanakan dan dianggarkan lebih dulu pada saat tahun pertama sebelum pelaksanaan," jelas bupati terhadap warga yang hadir dalam acara tersebut.

Bupati menjelaskan, rusaknya saluran drainase dan kotornya jalan lingkungan di sejumlah titik perkotaan sebagian besar disebabkan minimnya kesadaran masyarakat sendiri akan pentingnya arti kebersihan. Tidak sedikit pengusaha yang membangun rumah dan toko (Ruko) tidak mau peduli terhadap fungsi saluran drainase yang ada di sekitarnya.

Membangun Ruko dengan Fondasi dan halaman lebih tinggi dari badan jalan. Sementaran saluran drainase yang ada di depan Ruko malah di cor semen sehingga air hujan langsung mengalir ke jalan raya," tegas bupati menyesalkan setiap kondisi bangunan tersebut.

Pihaknya berencana menegembalikan fungsi saluran drainase dengan cara menutup menggunakan cetakan semen berbentuk segi empat alias tidak di cor mati supaya mudah di buka untuk dibersihkan.

Sehingga air limbah yang berasal dari banagunan Ruko dapat mudah meresap serta tidak langsung mengalir ke bagian tengah badan jalan./Yanto/D


Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026