Dukungan terhadap pasangan Hidayat - Didik Rachbini itu diungkapkan Koordinator Forum Peduli Banua (FPB) Kalimantan Selatan (Kalsel) Ibnu Sina, di Banjarmasin, Senin.
Deklarasi mendukung pasangan nomor urut empat (4) dalam Pemilihan Umum Kepala Daerah (Pilkada) DKI itu, dalam forum pertemuan sejumlah tokoh Kalimantan di Hotel Aryaduta Jakarta, ungkap anggota DPRD Kalsel tersebut.
Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut menyebutkan, tokoh-tokoh masyarakat Kalimantan yang hadir dalam pertemuan itu, selain dirinya sendiri, juga Wali Kota Palangkaraya Kalimantan Tengah, HM Riban Setia.
Selain itu, dari Kalimantan Timur, Wakil Bupati Malinau Aji Iskandar Topan Amrullah, yang juga Wakil Ketua Dewan Adat provinsi tersebut, Wakil Wali Kota Bontang H Isro Umargani, serta penasihat Adat Budaya Melayu Kalimantan Barat H Abdurrahmi.
Dalam pertemuan di Hotel Aryduta, 9 Juni lalu itu, para tokoh politik, birokrat dan adat dari Kalimantan tersebut mengimbau warga Kalimantan yang lama tinggal di Jakarta, dan memiliki hak pilih, agar mendukung pasangan No 4.
"Dukungan kita kepada Hidayat-Didik, dikarena pasangan tersebut paduan yang tepat untuk menangani Ibu Kota Negara," ujar anggota DPRD Kalsel dua periode dari PKS itu.
Sebab, lanjut deklarator Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Kalsel itu, Hidayat Nurwakhid yang mantan Ketua MPR RI, merupakan tokoh nasional yang bersih dari korupsi, sedangkan pasangannya Didik Rachbini merupakan ekonom handal.
Ia berharap, dengan kepemimpinan Hidayat Nurwakhid sebagai Gubernur DKI, kesemrautan Ibu Kota Negara tersebut dapat dibereskan, seperti kemacetan arus lalu lintas dan bencana banjir.
"Apalagi Jakarta merupakan etalase bangsa kita, Indonesia, sehingga bila Ibu Kota Negaranya lancar dari kemacetan dan terbebas dari banjir, maka akan menambah laju aktivitas warga, sehingga perekonomian pun bisa semakin maju," demikian Ibnu Sina.C
: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.