Kepala Kantor Ketahanan Pangan HST Zainal Abidin di Barabai, Jumat mengatakan, sosialisasi yang dilakukan bersama tim penggerak PKK Kecamatan antara lain dengan melakukan lomba cipta menu makanan non beras.
Melalui lomba tersebut, kata Zainal, diharapkan akan tumbuh kecintaan dan kesadaran bahwa beras bukan satu-satunya makanan pokok masyarakat Indonesia, karena hasil alam lainnya juga enak dan bernilai gizi tinggi untuk menjadi makanan pokok alternatif.
"Pada lomba tersebut PKK Pandawan menjadi juara lomba cipta menu yang diselenggarakan Kantor Ketahanan Pangan Hulu Sungai Tengah bekerjasama dengan Tim Penggerak PKK Kabupaten Hulu Sungai Tengah," katanya.
Menurut dia, kegiatan tersebut bertujuan memberikan pemahaman dan penyadaran tentangan makanan yang bergizi dan berimbang, sehat dan aman yang bersumber dari karbohidrat non beras dan terigu serta meningkatkan konsumsi lainnya antara lain sayur, umbi-umbian, buah-buahan, ternak dan ikan.
Menurut Zainal, program tersebut sebagai salah satu upaya mendukung program pemerintah pusat yaitu Percepatan Penganekaaan Konsumsi Pangan (P2KP).
Program P2KP bertujuan untuk mengatasi persoalan masih tingginya ketergantungan konsumsi beras dan terigu dan belum optimalnya konsumsi pangan lokal untuk konsumsi harian masyarakat.
"Dari Lomba Cipta Menu yang dilaksanakan secara berjenjang ini dari tingkat Kabupaten, Provinsi dan nasional diharapkan akan mampu mengubah pola pikir dan ketergantungan masyarakat terhadap beras," katanya.
Hasil penilaian lomba cipta menu B2SA yaitu juara I TP PKK Kecamatan Pandawan dengan nilai 360, juara II TP PKK Kecamatan Haruyan dengan nilai 345, disusul juara III TP PKK Kecamatan Batang Alai Selatan dengan nilai 320.
Sementara untuk lomba kue tradisional Banjar berbasis sumber daya lokal terpilih juara I Kecamatan Batu Benawa dengan nilai 805 dengan menu "Sosis belut selimut singkong", Juara II Kecamatan Hantakan dengan nilai 765 dengan menu, singkong isi belut dan Juara III Pandawan dengan nilai 760 dengan menu kalelepon sukun.
Para juara pertama, selanjutnya akan diikutkan dalam lomba cipta menu tingkat provinsi dan selanjutnya tingkat nasional.
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.