Tanah Laut, Kalsel (ANTARA) - Tim Penggerak PKK Kabupaten Tanah Laut (Tala), Kalimantan Selatan (Kalsel), mengembangkan pangan lokal melalui pelatihan olahan non beras guna mendongkrak ekonomi keluarga sekaligus memperkuat diversifikasi pangan nasional.

Kegiatan yang digelar Pokja III tersebut berlangsung di Gedung Sarantang Saruntung, Pelaihari, dengan melibatkan kader PKK guna mengoptimalkan potensi pangan lokal bernilai ekonomi.

Ketua II TP PKK Kabupaten Tanah Laut Nor Aida Ismail Fahmi di Pelaihari, Kabupaten Tala, Sabtu mengatakan, daerah memiliki sumber daya pangan alternatif yang melimpah dan berpotensi menjadi komoditas unggulan. 

“Kabupaten Tanah Laut memiliki bahan pangan seperti singkong, jagung, dan ubi yang bisa diolah menjadi produk bernilai jual tinggi,” ujarnya.

Menurut dia, pengembangan pangan non-beras tidak hanya memperkuat ketahanan pangan, tetapi juga membuka peluang usaha baru bagi masyarakat berbasis potensi lokal.

Pelatihan tersebut difokuskan pada peningkatan keterampilan peserta dalam mengolah bahan pangan alternatif menjadi produk inovatif, sehat, dan memiliki daya saing di pasar.

Selain aspek keterampilan, kegiatan ini juga diarahkan untuk membangun kesadaran ekonomi keluarga agar mampu memanfaatkan peluang usaha dari sektor pangan olahan.

“Melalui pelatihan ini, kami berharap kader PKK mampu menciptakan produk yang tidak hanya untuk konsumsi sendiri, tetapi juga bisa dipasarkan,” kata Nor Aida.

Bukan itu saja, ucapnya, peserta didorong aktif mengikuti seluruh rangkaian pelatihan serta mengembangkan ide kreatif dalam mengolah bahan pangan lokal menjadi produk unggulan daerah.

Kegiatan ini juga diharapkan mampu menciptakan efek ganda bagi perekonomian, terutama dalam meningkatkan pendapatan keluarga dan mengurangi ketergantungan pada beras.

“Pengetahuan yang diperoleh diharapkan dapat disebarluaskan sehingga manfaatnya dirasakan lebih luas oleh masyarakat,” ujarnya.

Program pelatihan ini menjadi bagian dari upaya berkelanjutan TP PKK dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pertumbuhan ekonomi berbasis komunitas yang sejalan dengan agenda pembangunan nasional.
 



Pewarta: Gunawan Wibisono
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026