Salah satu kecamatan di Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan yakni Kecamatan Aluh-Aluh dijadikan pusat program Pengembangan Desa Pesisir Tangguh dari Kementerian Kelautan dan Perikanan.

"Kami sudah menyiapkan rencana strategis bagi pengembangan Kecamatan Aluh-Aluh yang ditetapkan sebagai pusat program PDPT," ujar Wakil Bupati Banjar Fauzan Saleh di Martapura, Rabu.

Ia mengatakan hal itu pada sosialisasi PDPT yang dilaksanakan Dinas Kelautan dan Perikanan Kabupaten Banjar di Wisma Yulia Martapura dihadiri puluhan warga pesisir yang berdomisili di Kecamatan Aluh-Aluh.

Sosialisasi program Kementerian KKP itu menghadirkan nara sumber Kasubdit Mitigasi Bencana Lingkungan, Direktorat Pesisir Lautan KKP, Isamil dan Dekan Fakultas Ekologi Manusia IPB Dr Arif Satria.

Menurut wakil bupati, pengelolaan dan pemanfaatan sumber daya wilayah pesisir tidak hanya pada pendekatan produksi, tetapi juga pendekatan sosial ekonomi, budaya, bioekoregion dan kelestarian sumber daya alam.

"Pendekatan yang mencakup seluruh aspek itu bertujuan agar pembangunan wilayah pesisir dan laut menjadi semakin komprehensif sehingga hasil pembangunan dapat dirasakan masyarakat," ungkapnya.

Ia mengharapkan, melalui program PDPT tersebut, kualitas hidup masyarakat di kawasan pesisir menjadi lebih baik disamping perekonomian dan kesejahteraan yang semakin meningkat.

Kepala Dinas Perikanan dan Kelautan Kabupaten Banjar Noor Ifansyah Fani mengatakan, sosialisasi bertujuan memfasilitasi dan mengembangkan prasarana dan sarana sosial ekonomi desa pesisir.

"Selain itu meningkatkan kualitas lingkungan hidup desa pesisir dan kapasitas kelembagaan masyarakat serta meningkatkan kesiapsiagaan masyarakat pesisir terhadap bencana dan perubahan iklim," ujarnya.

Dikatakan, Kabupaten Banjar cukup beruntung karena satu-satunya kabupaten di Kalsel yang menjadi sasaran kegiatan pengembangan desa pesisir tangguh 2012 dari 48 desa pesisir pada 16 kabupaten/kota di Indonesia.

"Ada tiga desa di Kecamatan Aluh-Aluh yang dipilih dan dijadikan pusat pengembangan program pusat tersebut yakni Desa Tanipah, Labat Muara dan Desa Bakambat," sebutnya.

Ditambahkan, dipilihnya Kabupaten Banjar karena pertimbangan wilayah yang memiliki potensi kelautan dan perikanan seperti kawasan Kecamatan Aluh-Aluh yang berbatasan dengan perairan laut.

Disamping itu, letaknya tepat berada di muara Sungai Barito dengan arus pelayaran dan lalu lintas sungai yang padat serta warganya bermatapencaharian nelayan tangkap didukung pelabuhan dan Pangkalan Pendaratan Ikan.

"Luas perairan payau mangrove mencapai 250 hektare sehingga bisa memberikan potensi kelautan dan perikanan yang luar biasa disamping lumbung padi dan sentra produksi ternak itik," katanya.










: Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026