Pemerintah Provinsi serta kabupaten dan kota di Kalimantan Selatan terus memperluas lahan perkebunan sawit rata-rata 3 ribu hektare per tahun.


Kepala Dinas Perkebunan Kalimantan Selatan Sugian Noorbah di Banjarmasin Rabu mengatakan, perluasan perkebunan sawit tersebut sebagai upaya mendukung program peningkatan pertanian dan perkebunan Kalimantan Selatan sebagai program utama daerah ini.

"Perkebunan sawit merupakan salah satu sektor yang mampu memberikan jaminan peningkatan kesejahteraan petani," katanya.

Menurut Sugian, sektor perkebunan sawit merupakan sektor yang nilainya cukup stabil di pasaran internasional, sehingga tidak membuat petani merasa dirugikan terhadap kemungkinan terjadinya fluktuasi harga.

Apalagi kata Sugian, saat ini harga sawit berada pada level paling tinggi dibanding tahun-tahun sebelumnya, dan diperkirakan harga tersebut akan cukup stabil bahkan cenderung terjadi kenaikan dengan tingginya permintaan minyak dunia.

Pengembangan sawit di Kalsel dilakukan pada lahan dataran tinggi dan rawa, baik dilakukan oleh perusahaan maupun masyarakat.

Khusus rawa, biasanya penanaman dilaksanakan oleh perusahana karena investasi yang ditanamkan cukup tinggi, karena harus dengan teknologi dan perlu perlakuan khusus.

Saat ini total lahan sawit di Kalsel yang sudah ditanam mencapai 4 ribu hektare dan sebagian besar telah memasuki masa tanam.

Pesatnya perluasan perkebunan sawit di Kalsel juga diikuti dengan berkembangnya industri CPO dari sebelumnya baru sekitar 14 perusahaan kini sudah mencapai 18 pabrik dan diperkirakan jumlah tersebut akan terus bertambah.

Tingginya produksi sawit Kalsel tersebut juga terlihat dari meningkatnya ekspor minyak kelapa sawit dari Kalsel.

Kepala Bidang Perdagangan Luar Negeri Gusti Yasni Iqbal mengatakan, saat ini harga CPO mencapai 127 dolar As per ton naik dibanding sebelumnya yang hanya di bawah 100 dolar per ton.

Selain itu, tambah Yasni, saat ini banyak perusahaan perkebunan yang mulai panen setelah sekitar empat tahun melakukan proses tanam, sehingga diprediksi produksi minyak kelapa sawit akan terus meningkat pada bulan-bulan mendatang.

Pada 2010 volume ekspor sawit hanya sekitar 637,6 ribu ton dan 2011 meningkat tajam menjadi 863,7 ribu ton lebih.

Sedangkan nilai ekspornya, pada 2010 sebesar 488,2 juta dolar AS dan 2011 menjadi 875,4 dolar AS atau naik hingga 79,31 persen.

  Diprediksi, jumlah tersebut akan terus meningkat pada 2012 ini karena beberapa perusahaan CPO kini mulai beroperasi./B/D



Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026