Jalan trans Kalimantan arah timur Provinsi Kalimantan Selatan yang menghubungkan Kalimantan Timur, terancam putus.
Hal itu diungkapkan Rakhmat Nopliardy, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Rabu, usai peninjauan ke Tanah Bumbu (Tanbu), kabupaten yang berada di wilayah timur provinsi tersebut.
"Bila tanpa antsipasi dini atau tidak segera ditangani, jalan trans Kalimantan (transkal) arah timur Kalsel bisa terancam putus," tandas anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi, perhubungan dan lingkungan hidup itu.
Jalan transkal arah timur yang terancam putus tersebut pada ruas jalan Desa Satui Barat, Kecamatan Satui Kabupaten Tanbu atau sekitar 220 kilometer timur Banjarmasin.
Pasalnya, menurut politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu, kegiatan penambangan batu bara di Satui Barat mendekati jalan raya atau hanya berjarak sekitar 25 meter dari badan jalan transkal arah timur Kalsel tersebut.
Padahal berdasar ketentuan, kegiatan penambangan tidak boleh dekat jalan raya atau minimal berjarak 200 meter dari badan jalan umum/raya, lanjut wakil rakyat yang menyandang S1 dan S2 ilmu hukum itu.
Oleh karena itu, pemerintah daerah setempat harus segera turun tangan menangani ancaman terhadap jalan tanskal sebagai dampak dari kegiatan penambangan batu bara tersebut.
"Sebab pemerintah daerah yang paling bertanggung jawab atas dampak dari kegiatan penambangan tersebut. Karena pemerintah daerah setempat yang mengeluarkan izin usaha pertambangan (IUP)," tandasnya.
Keterangan senada dari rekannya sesama anggota Komisi III DPRD Kalsel, Ibnu Sina, politisi dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu.
Namun anggota DPRD Kalsel dua periode dari PKS itu, mengaku, tidak melakukan rekaman foto atau video terhadap keadaan sekitar jalan transkal yang terancam putus tersebut.
Mengenai perusahaan yang melakukan penambangan mendekati jalan raya itu, mantan Ketua Komisi I bidang hukum dan pemerintahan DPRD Kalsel tersebut, menyebutkan, nama perusahaannya "MTCM".
"MTCM ini sebagai kontraktor dari `ABC` yang juga sebuah perusahaan pertamabangan batu bara di `Bumi Bersujud` Tanbu," demikian Ibnu Sina./Shn/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.