Banjarmasin (Antaranews Kalsel) - Kepala Dinas Peternakan dan Perkebunan (Kadisnakbun) Kalimantan Selatan Supermi menyatakan, hewan untuk kebutuhan ibadah qurban cukup di provinsinya.

"Jadi kaum Muslim Kalimantan Selatan (Kalsel) tidak perlu khawatir akan ketiadaan hewan untuk ibadah qurban 1439 Hijriah," ujarnya di Banjarmasin, Kamis.

Ia mengatakan, untuk kebutuhan ibadah qurban masyarakat Muslim yang merupakan mayoritas penduduk Kalsel ada 9.000 ekor sapi, 500 kerbau dan lebih 500 ekor kambing.

"Jumlah tersebut mengalami peningkatan sekitar 10 persen bila dibandingkan dengan musim pelaksanaan ibadah qurban tahun lalu," katanya usai menghadiri rapat Panitia Khusus (Pansus) Raperda tentang Perlindungan dan Pengelolaan Gambut di Kalsel.

"Hewan qurban tersebut sebagian besar hasil peternak lokal Kalsel sendiri seperti dari Kabupaten Barito Kuala (Batola) dan Kabupaten Tanah Laut (Tala)," tuturnya.

Mengenai harga hewan qurban, dia tidak menampik terjadi kenaikan bila dibandingkan dengan tahun lalu yaitu  berkisar antara 10 - 15 persen, terkecuali jenis seperti lemosin.

Kendati terjadi kenaikan harga, dia memperkirakan, pelaksanaan ibadah qurban di Kalsel tahun ini juga mengalami kenaikan sekitar 10 persen dari tahun lalu yang tercatat 9.000 ekor.

Menurut dia, peningkatan pelaksanaan ibadah qurban, menunjukan perekonomian kaum Muslim Kalsel yang tersebar pada 13 kabupaten/kota tersebut cukup membaik.

 "Insya Allah, pada Idul Adha atau Hari Raya Haji tahun ini. Bapak Presiden Joko Widodo kembali memberi sapi untuk ibadah qurban bagi kaum Muslim Kalsel," demikian Supermi.

Pewarta: Sukarli
Editor : Hasan Zainuddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026