"Dengan terobosan baru nantinya peluang pencari kerja lokal lebih besar," jelas Suriyono di Tanjung, Selasa.
Hal ini disampaikan Suriyono dalam rapat dengar pendapat dengan jajaran Dinas Tenaga Kerja dan manajemen PT Adaro Indonesia serta mitra kerjanya.
Rapat dengar pendapat yang dipimpin Maksum Dahlan ini membahas nasib pencari kerja di Kabupaten Tabalong khususnya lulusan SMA.
Sementara PT Adaro Indonesia dan mitra kerjanya ungkap Maksum justru banyak merekrut tenaga kerja dari luar Tabalong.
"Jumlah pencari kerja saat ini capai 2.434 orang sedangkan peluang kerja hanya 200 orang," jelas Maksum.
Hal senada juga disampaikan Kusmadi Uwis agar Dinas Tenaga Kerja perlu membuat nota kesepahaman dengan pihak perusahaan dalam rekrutmen tenaga kerja lokal.
Kepala Dinas Tenaga Kerja Kabupaten Tabalong Syaiful Ikhwan mengakui kebutuhan tenaga PT Adaro Indonesia dan mitra kerjanya belum sesuai dengan jurusan yang tersedia di SMA maupun SMK.
"Kebutuhan tenaga kerja terbanyak tenaga operator dan mekanik sedangkan di SMA maupun SMK belum tersedia jurusan tersebut," jelas Syaiful.
Untuk mencetak tenaga operator sendiri ungkap Syaiful masih terkendala peralatan pelatihan di Pusat Latihan Kerja Disnaker.
Selain itu Disnaker juga menjalin kerjasama terkait program magang ke sejumlah perusahaan.
Perwakilan PT Adaro Indonesia Khairullah menyambut baik usulan dewan terkait nota kesepahaman dengam pemerintah daerah dalam rekrutmen tenaga kerja lokal.
Selain skill ungkap perwakilan PT Adaro Indonesia Deddy Gunawan pencari kerjajuga perlu memperhatikan penampilan atau personality.
"Sikap dan penampilan pencari kerja juga jadi penilaian kami dalam rekrutmen karyawan baru," jelas Gunawan.
Pewarta: Herlina LasmiantiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.