"Untung Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani turut memperhatikan permasalahan kita, dan akhirnya pembangunan gedung yang lebih luas dengan halaman memadai bisa dilakukan," ujar Pembantu Ketua II STKIP PB, Rony Safriansyah S Ikom, Senin.
Rony mengemukakan, kampus Sekolah Tinggi Keguruan Ilmu Pendidikan (STKIP) Paris Barantai di Jalan Perikanan Kotabaru sudah tidak memadai lagi untuk kegiatan belajar mengajar pada sebuah perguruan tinggi.
Oleh kartena itu, pihak akademisi dan pengurus yayasan sangat mengharapkan ada pihak ketiga turut membantu demi terwujudnya cita-cita pihak kampus untuk memiliki gedung yang baru.
"Untuk pembangunan Kampus sendiri diperkirakan membutuhkan dana sekitar Rp6-Rp7 miliar, diatas lahan seluas 3,5 hektare," jelasnya
Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani mengatakan, dengan dimulainya pembangunan Kampus STKIP PB ini akan menciptakan kawasan pendidikan di suatau tempat.
"Sehingga dapat menciptakan pemimpin-pemimpin baru yang cerdas di Kotabaru nantinya," ujarnya.
Menurutnya, Kampus STKIP PB yang baru dapat menjadi alternatif yang baik dalam memenuhi kebutuhan tenaga guru di Kotabaru, terutama di pelosok-pelosok desa.
Diharapkan, dengan adanya kampus yang memadai, maka generasi muda di Kotabaru akan semakin cerdas baik dari segi intelektual ataupun spiritual.
Para generasi muda sekarang bisa menggali ilmu tentang teknis mesin di Poli Tekhnik, bisa menimba ilmu menjadi tenaga pengajar yang baik dan profesional di STKIP Paris Barantai, dan juga bisa untuk lebih memperdalam nilai Islam lewat Sekolah Tinggi Ilmu Tarbiah Darul Ulum.
"Tinggal menunggu waktu saja mahasiswa STKIP PB akan beralih dari gedung lama di komplek Perikanan Kotabaru ke sini," katanya.
Salah satu mahasiswa STKIP PB Program Studi Pendidikan Matematika Eka Marteka Wati mengatakan, sudah sekian lama kami menantikan dan mendambakan kampus baru dengan fasilitis yang lengkap.
Hanya saja, ujarnya, kalau bisa pemerintah daerah juga dapat memperhatikan lapangan kerja bagi para lulusan perguruan-perguruan tinggi itu nantinya.
"Jangan sampai, ujarnya, ketika mereka lulus masih ada ditemukan yang kebingungan untuk mencari lapangan kerja di Bumi Saijaan ini," pungkasnya.C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.