Jaga situasi tetap kondusif dan antisipasi H-1 dan H+1 penghitungan suara
Banjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Komandan Korem (Danrem) 101/Antasari Kolonel Inf Yudianto Putrajaya menginstruksikan jajarannya bisa memastikan Pilkada berlangsung aman dan lancar serta mengantisipasi momen pencoblosan yang berpotensi rawan.

"Jaga situasi tetap kondusif dan antisipasi H-1 dan H+1 penghitungan suara," ucap Danrem, Minggu.

Hari pencoblosan Pilkada setentak yang berlangsung di empat kabupaten di Kalimantan Selatan memang sudah di depan mata, yakni pada 27 Juni 2018. Untuk itu, Danrem mengingatkan
jajaran meningkatkan kesiapsiagaan.

"Anggota Intel harus bisa mendeteksi indikasi-indikasi sebelum kejadian, bukan melaporkan setelah ada kejadian, sehingga bisa mengantisipasi kemungkinan-kemungkinan yang terjadi," tekan pria yang akrab disapa Putra itu.

Prajurit yang bertugas di lapangan, ungkap dia, harus meningkatkan koordinasi dengan Kepolisian serta instansi terkait seperti KPU, Bawaslu dan tim sukses pasangan calon. Sementara pasukan cadangan benar-benar siap untuk digerakkan kapan saja jika diperlukan.

"Para Dandim dan Dansat laksanakan briefing ke anggota sehingga prajurit  tahu apa tugasnya. Jangan sampai dipolitisasi kita tidak netral karena ketidaktahuan anggota terhadap tugas dan tanggung jawabnya," papar Danrem menekankan. 

Putra menegaskan, netralitas TNI harga mati dan keikutsertaan rakyat dalam Pilkada harus dijamin aman. 

"Jangan kecewakan rakyat karena rakyat adalah ibu kandung TNI. Prinsipnya, pilihan rakyat adalah terbaik dan kandidat harus siap menang dan siap kalah," pungkas alumni Akmil 1993 yang lama bertugas di Kopassus itu.
 (antarakalsel/foto/ist)
Instruksi mendukung suksesnya Pilkada aman dan netralitas TNI yang disampaikan Danrem ini juga menindaklanjuti perintah Pangdam VI/Mulawarman Mayjen TNI Subiyanto yang mewanti-wanti prajurit agar jangan sampai terlibat politik praktis. 

Pangdam meminta masyarakat melaporkan jika ada prajurit yang terlibat politik, apalagi sampai ikut-ikutan mendukung paslon Pilkada, karena politik TNI adalah politik negara.

Pewarta: Firman
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026