Hizbut Tahrir Indonesia Cabang Kalimantan Selatan menggelar Diskusi Publik dengan tema Khilafah Model Terbaik Pembangunan Indonesia di Aula Kayuh Baimbai Kantor Wali Kota Banjarmasin, Sabtu.
Diskusi dipandu Muhammad Hatta, SE, MSi dengan dua Narasumber masing-masing Hidayatullah Muttaqin, SE, MSi Dosen Ekonomi FE Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin dan H Hidayatul Akbar, SE dari Hizbutahrir Kalimantan Selatan (Kalsel) dihadiri para ulama, tokoh masyarakat serta mahasiswa perguruan tinggi negeri dan swasta.
Pelaksana Diskusi sekaligus Ketua Hizbut Tahrir (HT)DPD I Kalsel, Baihaki Al-Munawar mengatakan sengaja memilih tema diskusi Khilafah Model Terbaik Pembangunan Indonesia karena melihat keadaan hasil pembangunan sekarang tidak menyentuh pada masyarakat langsung.
"Pembangunan di negara kita ini menganut sistem demokrasi dan mengarah ke neolibralisme yang dipraktekan oleh Amerika Serikat (AS) dan negara-negara barat lainnya," kata Baihaki.
Padahal, lajutnya kalau menurut Khilafah segala kekayaan yang terdapat dibumi Indonesia itu dikelola oleh pemerintah semuanya untuk kesejahteraan rakyatnya.
Hidatullah Muttaqin dalam paparanya menjelaskan kesalahan model pembangunan Indonesia sekarang adalah ketergantungan pembangunan pada hutang modal asing.
"Sejak Orde Baru Indonesia sudah terjajah secara ekonomi oleh AS karena pada saat itu negara kita mau membangun dananya terpaksa berhutang pada negara kaya tersebut, tapi sebaliknya Indonesa harus menyerahkan kekekayaan alamnya pada pemberi hutang," katanya.
Dia mencontohkan pada awal Orde Baru AS dapat lahan tambang di Papua yang dikelola oleh PT Freeport namun hasilnya sampai sekarang tidak dapat mensejahterakan warga Papua.
"Makanya dengan diskusi ini kita bangun kesadaran agar pengelolaan negara ini dengn sistem Khilafah yang berdasarkan Alquran dan hadis," jelasnya.
Hidayatul Akbar sebagai narasumber kedua menambahkan pada masa khilafah Umar Bin Abdul Aziz dimana sistem negara dikelola sesuai perintah Islam keadaan masyarakat pada waktu itu dalam kesejahteraan.
"Pada zaman Umar Bin Abdul Aziz sangat susah mencari orang miskin sehingga kesana kemari mencari orang yang berhak menerima zakat, artinya saat itu tidak ada orang yang hidupnya dibawah garis kemiskinan," terangnya.
Tetapi sekarang kekayaan Indonesia dikuasai negara yang meminjami negara kita, alam Indonesia dikeruk habis tetapi hutang luar negeri semakin besar./asm/ C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.