Pantauan Antara Kalimantan Selatan (Kalsel) di Banjarmasin, Ahad melaporkan, kendaraan bermotor berupa truk dan sejenisnya tampak mengantre panjang pada SPBU Jalan Trikora Kota Banjarbaru.
Truk-truk itu berderet dari dalam kawasan SPBU hingga ke luar atau tepi jalan menunggu berjam-jam saat buka pelayanan untuk mendapatkan solar.
Beberapa orang sopir truk, di antaranya Abdullah (47) mempertanyakan, mengapa masih terjadi antrean panjang kendaraan bermotor untuk mendapatkan solar di SPBU.
"Katanya BBM (termasuk solar) untuk Kalsel cukup atau terpenuhi sesuai kuota," katanya mengutip pemberitaan dari keterangan anggota Komisi III DPRD Kalsel Drs H Fikri dari Partai Demokrat.
"Apakah karena pengiriman/penyaluran yang terlambat atau ada permainan, sehingga antrean panjang kendaraan bermotor untuk mendapatkan solar di SPBU masih terjadi sampai saat ini," demikian Abdullah.
Sebelumnya dengan mengutip pernyataan dari Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) Republik Indonesia, pada saat menerima aksi unjuk rasa elemen mahasiswa di Banjarmasin, 26 April lalu, Fikri mengatakan, kuota BBM provinsinya terpenuhi.
"Pernyataan Kementerian ESDM bahwa kuota BBM Kalsel terpenuhi, katika Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan enegi (termasuk BBM) berkonsultasi dengan Kementerian tersebut belum lama ini," ujarnya.
Namun untuk mengetahui kepastian terpenuhinya kuota BBM di provinsi yang terdiri atas 13 kabupaten/kota itu, wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel I/Kota Banjarmasin tersebut akan mengusulkan kepada komisinya supaya mengundang Pertamina setempat.
Selain itu, mengundang Himpunan Swasta Nasional Minyak dan Gas (Hiswana Migas) Kalsel serta pihak terkait guna normalisasi penyaluran BBM, kalau memang persediaan/kuotan tidak masalah, demikian Fikri.
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.