Jamban atau WC di sepanjang Daerah Aliran Sungai Nagara, di Kabupaten Hulu Sungai Utara, Kalimantan Selatan, kini disulap menjadi tempat budi daya ikan air tawar dengan sistem keramba.


Ketua Lembaga Pemberdayaan Masyarakat (LPM) Hulu Sungai Utara, H Kastalani SPd, Rabu, mengatakan, Kelurahan Kebun Sari pantas jadi wakil Hulu Sungai Utara (HSU) pada lomba kelurahan se-Kalimantan Selatan, karena beberapa kemajuan yang telah dicapai.

"Berkat kesadaran warga sepanjang aliran Sungai Nagara Jalan Patmaraga kini bebas jamban dan beralih menjadi kawasan budi daya ikan dalam keramba," katanya.

Program kali bersih, telah di mulai sejak 10 tahun lalu di mana petugas bersama LPM mensosialisasikan kepada masyarakat untuk tidak lagi melakukan aktivitas mandi, cuci, kakus (MCK) di sungai.

Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD) di HSU juga diminta turut serta dalam program tersebut melalui pembuatan jamban keluarga dan tempat sampah di sepanjang tepian sungai guna mencegah warga membuang sampah ke sungai.

"Alhamdulillah kini sepanjang sungai sudah bebas dari jamban," ujarnya.

Berada di kawasan pintu masuk Amuntai, kelurahan berpenduduk  sekitar 4.000 jiwa yang mendiami kawasan 1 km2 merupakan bagian tak terlepaskan dari kawasan Kota Amuntai.

Beberapa gedung perkantoran milik pemerintah daerah, lembaga perbankan, rumah sakit swasta hingga puluhan rumah makan berada dikawasan kelurahan ini.

Sehingga wajar jika pihak pemerintah kelurahan setempat menetapkan visi terwujudnya kelurahan Kebun Sari sebagai tempat pemukiman, perkantoran dan sentra ekonomi dengan salah satu misinya menjadikan masyarakatnya memiliki kualitas yang produktif dan berdaya saing.

"Hanya sebagian kecil kawasan kebun sari yang menjadi lahan pertanian dan perikanan sebagian besar menjadi kawasan perekonomian" jelas Lurah Kebun sari Kamaruddin, S.STP

Bahkan pasar ikan basah yang terbesar di HSU berada di kelurahan ini dengan peredaran uang mencapai Rp3 milyar perhari turut memberi mata pencaharian bagi warga kelurahan setempat.

Selain itu juga terdapat Pasar Lemari dan meubel dikawasan Terminal Banua Lima merupakan pusat transaksi meubel terbesar di Kabupaten HSU dimana pemasarannya hingga keluar daerah.

Pemerintah Kabupaten HSU berharap kelurahan ini bisa meraih Juara Lomba Kelurahan tingkat Propinsi,

"Pemda berjanji akan mengerahkan semua potensi yang ada guna mempersiapkan Kelurahan Kebun Sari jika terpilih mewakili Kalsel ke tingkat nasional," ujar Bupati HSU HM Aunul Hadi saat penilaian lomba.

Meski pernah meraih juara I lomba kelurahan tingkat propinsi pada 2003, namun selama enam tahun berturut-turut Kabupaten HSU tidak pernah lagi meraih predikat yang sama.

"Justru sejumlah kelurahan di HSU lebih sering meraih juara dua," imbuh bupati.

Melalui lomba ini Aunul berharap dapat  memicu semangat aparat kelurahan dan warga Kebun Sari untuk lebih meningkatkan pembangunan dikawasannya apalagi kedepannya kawasan kebun sari masih akan dikembangkan menjadi kawasan bisnis seperti di Jalan Suwardi Suwarta.

Ketua Tim Penilai dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Propinsi Kalsel Drs. H. Masdariansyah, M,Si mengakui partisipasi warga di kelurahan yang cukup tinggi dari segi kebersihan dan keindahan kawasan.

Ketua Tim Penilai dari Badan Pemberdayaan Masyarakat dan Pembangunan Desa (BPMPD) Propinsi Kalsel Drs. H. Masdariansyah, M,Si mengakui partisipasi
warga di kelurahan yang cukup tinggi dari segi kebersihan dan keindahan kawasan.

Demikian pula dengan kinerja Tim Penggerak PKK setempat yang diharapkan tidak hanya aktif pada kegiatan lingkup PKK seperti biasa, namun juga bisa menjaga
keluarga dan lingkungan tempat tinggal dari peredaran obat-obatan terlarang,

"Tugas para Ibu PKK mendidik dan menjaga keluarga mereka khususnya anak-anak dari pemakaian narkoba" pintanya.

Karena, menurutnya pengembangan kelurahan Kebun Sari menjadi kawasan sentra ekonomi dan bisnis sebagimana pengalaman di kota besar seringkali turut
di ikuti bisnis haram obat-obatan terlarang, sehingga perlu kewaspadaan aparat kelurahan dan lembaga masyarakat untuk mengantisipasinya, (Edy/C)



Editor : Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026