Kami bersyukur program Polmas mendapat respon positif masyarakat dan ini menunjukan pelayanan kepolisian bisa diterimaBanjarbaru (Antaranews Kalsel) - Program Perpolisian Masyarakat yang dilaksanakan Kepolisian Resor Banjarbaru, Kalimantan Selatan, mendapatkan sambutan positif masyarakat hingga menjadikan program sebagai sarana menyampaikan aspirasi.
"Kami bersyukur program Polmas mendapat respon positif masyarakat dan ini menunjukan pelayanan kepolisian bisa diterima," ujar Kapolres Banjarbaru AKBP Kelana Jaya di Banjarbaru, Senin.
Ia mengatakan, polmas merupakan salah satu program Tebar Pesona atau Tekan Bersama Permasalahan Sosial dan Narkoba yang diluncurkan Kepolisian Resor Banjarbaru sejak dua bulan lalu.
Dijelaskan, program polmas adalah menurunkan satu personel kepolisian di setiap Rukun Tetangga (RT) maupun RW untuk menjaring aspirasi dan masalah yang dihadapi masyarakat.
"Setiap hari satu personel kepolisian mendatangi Ketua RT maupun Ketua RW untuk mendengarkan aspirasi maupun koordinasi terhadap permasalahan yang dirasakan masyarakat," ungkapnya.
Ditegaskan, setiap aspirasi baik berupa informasi, masukan dan keluhan yang disampaikan masyarakat dianalisa dan dievaluasi untuk dicarikan jalan keluarnya jika menjadi masalah.
"Jika berkaitan gangguan kamtibmas maka ditindaklanjuti personel kepolisian di lapangan, sedangkan masalah sosial dan lainnya diteruskan kepada dinas dan instansi terkait," ucapnya.
Sementara itu, sejumlah masyarakat memanfaatkan program polmas untuk menyampaikan aspirasi menggunakan media sosial (WA) seperti dilakukan Ketua RT 14 Kelurahan Sungai Besar Nurcholis.
"Ketua RT menyampaikan keluhan masyarakat terkait dampak limbah salah satu warung makan yang mengganggu lingkungan sekitar," ujar Bripka Deny Wahyu Purnomo penerima pesan WA.
Aspirasi masyarakat juga diterima anggota polmas Brigadir Rina Susanti dari Ketua RT 4 Kelurahan Mentaos Banjarbaru Utara Haryono yakni tuntutan Paguyuban warga Semarang di Banjarbaru.
"Tuntutan paguyuban warga yakni meminta pengembalian modal warga dari humas perusahaan plasma kelapa sawit yang lokasi perkebunannya berada di Marabahan, Kabupaten Batola," ujarnya.
Sedangkan informasi disampaikan Ketua RT 13 RW 5 Kelurahan Loktabat Utara Budi Santoso yang adanya dua warga yang diduga terserang penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).
"Harapan kami, informasi yang disampaikan bisa diteruskan personel kepolisian kepada dinas dan instansi terkait sehingga ditindaklanjuti agar tidak semakin banyak korban," katanya.
Pewarta: Yose RizalEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.