Kementerian Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (Kemenkop & UKM) mengundang Ketua Koperasi Jasa Keuangan Syariah (KJKS) Teladan Banjarmasin, Kalimantan Selatan ke Cina, guna peningkatan wawasan, pada 2-6 Mei 2012.

"Keberangkatan saya ke Cina atas undangan Kemenkop & UKM itu, mewakili koperasi yang ada di Kalsel," ujar Ketua KJKS Teladan tersebut, H Gusti Mahfudz di Banjarmasin, sebelum bertolak ke negara "tirai bambu" itu, Rabu.

"Dari undangan tersebut, kita berharap dapat lebih meningkatkan wawasan dan pengetahuan, terutama yang berkaitan dengan kegiatan wira usaha dalam upaya menunjang pertumbuhan dan perkembangan UKM," lanjutnya. Kunjungan ke negeri yang terkenal dengan Tembok Kono bersama sejumlah pengurus koperasi dari provinsi lain di Indonesia itu, dalam rangka menyaksikan pameran bisnis (Canton Fair).

Selain itu, mengunjungi industri-industri di Ghuong Zhu, Sanchen dan Hongkong, tutur mantan aktivis mahasiswa Fakultas Ekonomi Universitas Lambung Mangkurat (Unlam) Banjarmasin tersebut. KJKS Teladan Banjarmasin tersebut berdiri sejak sembilan tahun lalu atas inisiatif Gt Mahfudz, yang ketika itu masih sebagai dosen pada Fakultan Ekonomi Unlam.

Pada awalnya KJKS Teladan yang bersifat simpan pinjam dan berkantor di Komplek Perumahan Ki Hajar Dewantara - Ratu Zulaeha Banjarmasin itu, cuma beranggotakan 22 anggota dan kini menjadi 360 orang.

Begitu pula permodalan KJKS Teladan tersebut, pada saat berdirinya, baru Rp3,7 juta, namun kini omset mencapai Rp700-an juta dan aset senilai Rp1,4 miliar.

Oleh karena pertumbuhan dan perkembangan yang cukup maju, serta berbagai perestasi, sehingga wajar kalau KJKS Teladan Banjarmasin mendapat penghargaan. Beberapa penghargaan yang diterima KJKS Teladan tersebut, antara lain dari Wali Kota Banjarmasin, Gubernur Kalimantan Selatan dan Kementerian Koperasi & UKM.

Selain itu, penghargaan dari Presiden Republik Indonesia, berupa Satya Lencana Wira Usaha, dan belakangan mendapat undangan ke China mewakili koperasi di Kalsel, demikian Gt Mahfudz. Saudara dari Gusti HM Hatta yang Menteri Negara Resit dan Teknologi (Menrestek) Republik Indonesia itu, kini berprofesi sebagai akuntan publik dan aktif memberi pelajaran mengaji Al Quran bagi orang-orang dewasa./shn/B




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026