Peringatan Hari Buruh Sedunia atau dengan sebutan "May Day" tahun 2012 di Banjarmasin, tanpa aksi demo pekerja, sehingga suasana di ibukota provinsi Kalimantan Selatan tersebut, tetap kondusif, demikian dilaporkan, Selasa.


Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Muhammad Iqbal Yudianoor dari Partai Demokrat, mengaprisiasi, atas sikap para pekerja di provinsinya, terutama di Banjarmasin, yang tidak melakukan aksi demo, sebagaimana pada beberapa kota lain di Indonesia.

"Saya mengaprisiasi para pekerja di daerah ini yang tidak turun ke jalan melakukan aksi demo, sehingga Kalsel atau Banjarmasin khususnya dalam keadaan kondusif," lanjut politisi Partai Demokrat tersebut.

"Keadaan Kalsel atau kota Banjarmasin yang kondusif hendaknya kita jaga bersama, guna kenyamanan kita bersama pula serta para tamu," demikian Iqbal.

Aprisasi serupa dari anggota Komisi IV bidang kesra DPRD Kalsel, antara lain Habib Sayid Hasan Al Habsyie dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) serta H Asmara Yanto dari Partai Bintang Reformasi (PBR).

Kedua anggota Komisi IV DPRD Kalsel yang juga membidangi sosial dan ketenagakerjaan itu, memperkirakan, tidak turunnya pekerja di provinsinya ke jalanan melakukan demo, bukan takut dengan aparat kepolisian, tapi karena pemikiran yang realistis.

"Mereka (para pekerja) itu, mungkin berpikiran lebih baik bekerja, untuk kepentingan keluarga atau diri sendiri daripada melakukan demo rutun ke jalan, yang belum jelas membuahkan hasil," ujar wakil rakyat dari PKS dan PBR tersebut.

"Pekerja kita untuk tetap bekerja dan tidak demo turun ke jalan pada Mayday, cukup tepat, karena tidak sampai membuat orang lain terganggu," demikian Asmara Yanto.

Sementara itu, Kepolisian Daerah (Polda) Kalsel dalam status Siaga I pada hari bertepatan peringatan Hari Buruh Sedunia 2012, yang jatuh tanggal 1 Mei.

Siaga I Polda Kalsel sebagai pengawasan dan antisipasi dini, terhadap berbagai kemungkinan yang terjadi pada Hari Buruh Sedunia di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota dan kini berpenduduk mencapai 3,6 juta jiwa itu./shn/D 




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026