Kami menyambut baik kunjungan rombongan dari Kemenkumham dan bersedia mendukung penuh diperolehnya WBK/WBBMBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Kantor Ombudsman RI Perwakilan Kalsel mendukung penuh jajaran Kementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) Kalimantan Selatan yang berkomitmen memperoleh Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dan Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM).
"Kami menyambut baik kunjungan rombongan dari Kemenkumham dan bersedia mendukung penuh diperolehnya WBK/WBBM," kata Ketua Ombudsman Kalsel Nurcholish Majid di Banjarmasin, Minggu.
Dia pun mengaku akan bersedia hadir pada Kamis depan depan ke Kantor Wilayah Kemenkumham Kalsel untuk penandatanganan pencanangan WBK/WBBM pakta integritas.
Secara khusus, Nurcholish mengaku prihatin dengan penuhnya hunian di Lapas dan Rutan se-Kalsel khususnya Lapas Teluk Dalam dan Kotabaru.
"Ini harus menjadi perhatian para pihak karena ada sistem hukum yang harus diperbaiki mengingat sanksinya pasti berujung ke pemenjaraan. Dengan penuhnya penghuni Lapas tentunya berpengaruh terhadap kualitas pembinaan," ucapnya.
Sementara Kepala Bagian Program dan Pelaporan Kemenkumham Kalsel Andi Basmal mengaku kunjungan ke Ombudsman untuk berkoordinasi kegiatan pembinaan dan evaluasi WBK dan WBBM.
”Ini bentuk keseriusan kami dalam mewujudkan WBK/WBBM pada dua unit pelaksana teknis yaitu Lembaga Pemasyarakatan Kelas IIA dan Kantor Imigrasi Kelas I Banjarmasin," paparnya.
Ditambahkannya, optimisme harus didukung segenap elemen baik petugas maupun pimpinan satuan kerjanya karena penilaian ini bukan sekedar adminsitrasi namun perubahan menyeluruh terhadap pelayanan publik dan tentunya yang menilai masyarakat itu sendiri dan KemenPAN-RB.
"Kedepannya akan seluruh UPT di lingkungan Kemenkumham Kalsel sudah WBK/WBBM tapi sementara ini kita fokuskan pada Lapas Banjarmasin dan Kanim Banjarmasin dulu untuk tahun ini memperoleh predikat tersebut," tambahnya.
Pewarta: FirmanEditor : Gunawan Wibisono
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.