Puskesmas memiliki peran penting dalam pemenuhan hak anak untuk mendapatkan kesehatan. Kerena itu, penyelenggaraan Puskesmas yang memberikan pelayanan ramah pada anak harus dilaksanakan secara proaktif, dan didorong oleh pemerintah daerahBatulicin, (Antaranews Kalsel) - Dinas Pemberdayaan Keluarga Berencana Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (DKBP3A) Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan, meluncurkan program Puskesmas ramah anak.
"Puskesmas memiliki peran penting dalam pemenuhan hak anak untuk mendapatkan kesehatan. Kerena itu, penyelenggaraan Puskesmas yang memberikan pelayanan ramah pada anak harus dilaksanakan secara proaktif, dan didorong oleh pemerintah daerah," kata Kepala DKBP3A Tanah Bumbu Narni, di Batulicin, Selasa.
Ia mengatakan, indikator Puskesmas ramah anak itu di antaranya tersedianya layanan kesehatan ibu dan anak, tersedianya tempat khusus untuk pemeriksaan anak, ada taman gizi, ruang laktasi dan pojok oralit.
Selain itu, Puskesmas juga harus memiliki tempat bermain, tersedia dokter anak, serta konseling untuk ruang tumbuh kembang anak.
Dijelaskan, Puskesmas ramah anak juga menyediakan tempat pelayanan korban kekerasan terhadap anak, menyediakan sanitasi lingkungan Puskesmas yang sesuai standar, serta adanya kawasan tanpa asap rokok agar anak-anak terhindar dari pencemnaran udara yang disebabkan para perokok.
Pelayanan ramah anak memang harus diawali dari Puskesmas karena Puskesma merupakan garda depan pelayanan kepada masyarakat dan saat ini seluruh Puskesmas yang ada di Tanah Bumbu belum memiliki indikator seperti itu, dan pada 2018 baru mau diterapkan.
Demi mewujudkan Kota Layak Anak, DKBP3A turut mengajak Puskesmas di "Bumi Bersujud" untuk menerapkan pelayanan Puskesmas Ramah Anak sesuai UU Nomor 35 Tahun 2014 tentang Perlindungan Anak.
"Setiap anak berhak untuk mendapat sebuah kehidupan yang layak, anak-anak harus tumbuh, berkembang dan berpartisipasi sesuai dengan harkat dan martabat kemanusiaan," paparnya.
Pewarta: Imam HanafiEditor : Hasan Zainuddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.