Cabang olah raga udara Gantole Kalimantan Selatan ternyata hanya turun di satu kelas pada ajang bergengsi Pekan Olah Raga Nasional (PON) 2012.


"Pada ajang PON di Pekanbaru Riau nanti kita hanya mengikuti kelas A," ungkap Ketua Harian Gantole Kalsel Syamsuri kepada ANTARA di Banjarmasin, Selasa.

Alasan Kalsel hanya turun pada kelas A yaitu peluang perolehan medali yang dimiliki lebih besar jika harus mengikuti kelas B dengan jumlah peserta yang tentunya juga lebih banyak.

Selain itu, kelas A biasanya cuma diikuti oleh para penerbang senior sehingga jika harus bertarung di kelas B dengan peserta lebih muda, maka Kalsel agak kesulitan.

Namun demikian, hingga saat ini Gantole Kalsel tidak memiliki layangan kelas A dan harus membelinya jika ingin turun mengikuti ajang PON 2012. Untuk memperoleh layangan kelas A, maka Gantole Kalsel harus mengeluarkan uang yang lebih besar yakni lebih kurang Rp 75 juta per layangan.

Olah raga gantole merupakan olah raga udara yang jarang diminati masyarakat karena memiliki resiko yang cukup tinggi dan memakan biaya yang cukup besar.

Kalsel hingga saat ini hanya memiliki dua orang atlet gantole yang siap mengikuti kejuaraan PON 2012 pada kelas A yaitu Sisworo dan Syamsuri.

Oleh sebab itu diharapkan permohonan Gantole Kalsel kepada KONI Kalsel untuk membeli peralatan layangan kelas A dapat segera terpenuhi, demikian Syamsuri.

Jumlah cabor unggulan Kalsel saat ini ditetapkan sebanyak 15 cabang meliputi gulat, menembak, tinju, angkat berat dan binaraga.

Kemudian loncat indah, renang, biliar, bermotor, taekwondo, base ball, catur, dayung, wushu dan pencak silat. Selain itu, KONI Kalsel juga memiliki 21 cabor yang dianggap potensial seperti sepak bola, bola voli, kempo, selam, bridge dan bulu tangkis dan golf./her/  D




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026