Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin menurunkan tim untuk melihat langsung informasi longsornya bekas galian tambang batu bara PT PAMA, subkontraktor PD Baramarta di Desa Rantaunangka dan Rantaubangkula Kecamatan Sungai Pinang Kabupaten Banjar.

"Kita telah menurunkan tim untuk mengevaluasi dan memastikan apa yang terjadi, baru bisa mengambil tindakan antisipasi," kata Gubernur di Banjarmasin, Senin.

Menurut Gubernur, pihaknya akan meminta kepada perusahaan terkait untuk segera melakukan tindakan-tindakan perbaikan terutama dalam pengolahan limbah eks pertambangan batu bara, sehingga tidak mengancam keselamatan warga.

Sebelunya diinformasikan, lubang bekas galian tambang batu bara di Kabupaten Banjar longsor setelah hujan yang terjadi dalam beberapa hari terakhir terus mengguyur di daerah tersebut.

Beruntung, lokasi longsor jauh dari lokasi perumahan warga, sehingga tidak ada korban jiwa sebagaimana dikhawatirkan beberapa pihak.

Gubernur berharap, luapan air yang kini berada di galian tambang tersebut tidak akan masuk ke sungai yang kini menjadi salah satu sumber kehidupan dan air bersih warga sekitar khusunya dan warga Banjarmasin umumnya.

"Kalau sampai air bekas galian tambang tersebut masuk ke sungai, akan membawa limbah logam berat yang bakal membayakan kesehatan masyarakat, ini yang harus diantisipasi," katanya.

Selain itu, kata dia, pihaknya juga akan segera berkoordinasi dengan Badan Lingkungan Hidup Pemprov Kalsel untuk segera menyelidiki berbagai kemungkinan yang bakal terjadi, di beberapa daerah di Kalsel yang juga banyak terdapat lubang-lubang bekas tambang batu bara.

Menurut dia, dari hasil evaluasi tim yang kini sedang bekerja dilapangan, akan diperoleh kesimpulan-kesimpulan yang akan menjadi dasar tindaklanjut kebijakan yang bakal diambil oleh pemerintah daerah maupun provinsi.

"Jadi saat ini saya belum tahu pasti apa yang harus kita lakukan karena menunggu hasil dari penyelidikan di lapangan," katanya.

Longsor yang terjadi akibat luapan air sungai Riam Kiwa tersebut berada di area utara. Longsor tersebut menyebabkan air Riam Kiwa masuk ke lubang bekas galian tambang dan hingga kini air masih tertahan di lokasi tersebut.

Dikhawatirkan, bila hujan terus terjadi, lubang galian bekas tambang yang menyerupai waduk tersebut akan jebol dan air tambang akan mengalir kembali ke sungai, sehingga air sungai menjadi tercemar.

Pihak perusahaan, akan segera membuat kanal-kanal untuk mengalirkan kembali air tersebut ke sungai setelah sebelumnya diolah dengan sedemikian rupa sehingga terbebas dari pencemaran limbah./B/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026