Kepala Bidang Bina Pendidikan TK/SD pada Dinas Pendidikan Hulu Sungai Utara (HSU) H. Abdul Hamid, Kamis meminta kepada instansi tekhnis bahwa nilai ujian nasional tertinggi se- Kalsel untuk tingkat SD/MI ini coba dipertahankan melalui evaluasi dan pengulangan pembelajaran (remedial).
"Melihat hasil try out, kita optimis bisa mempertahankan peringkat satu yang sudah kita raih untuk tingkat sekolah dasar dan madrasyah," pintanya.
Hasil uji coba memperlihatkan tiga mata pelajaran yang diujikan yakni, Bahasa Indonesia, Matematika dan Ilmu Pengetahuan Alam rata-rata nilai yang diraih siswa masih diatas 6.00.
Kenyataan tersebut memunculkan asa dan harapan bahwa mayoritas pelajar SD/ MI akan lulus pada ujian nasional yang akan dihelat 07 Mei nanti.
"Karena standar nilai terendah untuk masing- masing mata pelajaran 4.00 sedangkan nilai rata-rata dari semua mata pelajaran adalah 5.00," jelas Hamid
Meski demikian, Dinas Pendidikan HSU tidak menyepelekan hasil uji coba try out yang memperlihatkan sejumlah kekurangan.
Di mana sebagian besar siswa masih kesulitan menjawab beberapa soal try out sehingga Dinas Pendidikan menganjurkan para guru untuk melakukan kegiatan pengulangan mata pelajaran (remidial) terkait soal yang sulit tersebut.
Dia mengungkapkan rekapitulasi hasil try out hingga terperinci pada jumlah soal yang rendah presentase jawaban dari siswa.
"Kita minta para guru untuk mendalami kembali materi soal yang sulit dijawab sebagian besar siswa agar pada saat UN mereka tidak mengalami kesulitan lagi," ujarnya.
Dengan hasil try out nilai rata-rata 6.00 ditambah kegiatan remedial sebagai upaya evaluasi, Hamid optimis HSU bisa mempertahankan ranking UN untuk tingkat SD/MI.
Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, ungkap Hamid masih terendah nilainya pada kegiatan try out, sama seperti hasil UN sebelumnya
"Diknas akan mencoba mengevaluasi mengapa soal-soal Bahasa Indonesia ini lebih sulit dijawab oleh siswa" Ujar Kabid yang cukup dekat dengan para guru ini saat menjawab pertanyaan seorang peserta sosialisasi.
Kritik juga datang dari peserta lain terhadap cetakan gambar atau foto yang tertera di lembar soal UN yang acapkali buram dan tidak jelas khususnya pada mata pelajaran IPA sehingga mempersulit siswa SD dalam menterjemahkan gambar.
"Apalagi gambar yang semestinya ditampilkan berwarna wajib diperjelas cetaknnya karena lembar UN selamA ini di cetak hitam putih" imbuhnya.
Meski nilai rendah masih diperlihatkan pada Mata Pelajaran Bahasa Indonesia, hasil membanggakan justru nampak pada mata pelajaran yang sering ditakuti siswa yaknin, Matematika dimana delapan siswa SD di HSU pada try out mencapai nilai angka 100.
"Ada Delapan siswa yang nilainya 100, enam orang di Kecamatan Amuntai Tengah dan dua siswa di Sungai Pandan" ungkap Hamid.
Meski tertinggi ditingkat SD/ MI pada 2011, namun tingkat SLTP HSU berada diperingkat dua belas dan untuk SLTA peringkat tiga, sehingga menjadi beban dan tanggung jawab tersendiri bagi Dinas Pendidikan khususnya bidang pendidikan TK/SD untuk mempertahankannya/edy/C
Pewarta: ed: Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.