Bisa dibayangkan, apabila lahan tersebut bisa digarap secara maksimal, yaitu bisa panen tiga kali dalam satu tahun, maka akan mampu menghasilan Rp72 triliun per tahun, jumlah yang luar biasaBanjarmasin,(Antaranews Kalsel) - Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman akan mengoptimalkan lahan pasang surut seluas 100 ribu hektare di Kalimantan Selatan untuk meningkatkan produksi padi nasional.
Menurut Menteri usai pelantikan pengurus DPP HKTI Kalimantan Selatan, di Banjarmasin, Sabtu, mengatakan potensi lahan pasang surut di Kalsel cukup besar sehingga jika digarap dan dikembangkan akan mampu mendongkrak produksi pangan nasional secara signifikan.
"Bisa dibayangkan, apabila lahan tersebut bisa digarap secara maksimal, yaitu bisa panen tiga kali dalam satu tahun, maka akan mampu menghasilan Rp72 triliun per tahun, jumlah yang luar biasa," katanya.
Menurut Mentan, saat ini revolusi pertanian terus dilaksanakan, dengan harapan, sektor pertanian menjadi sektor yang membanggakan dan mampu meningkatkan kesejahteraan petani.
"Saya bangga,banyak generasi muda yang menjadi anggota HKTI, ini merupakan tanda, bahwa revolusi pertanian benar-benar berjalan, anak-anak muda mulai tertarik untuk bertani," katanya.
Amran mengungkapkan, tidak sedikit pengusaha-pengusaha terkenal nasional maupun milyuner berasal dari sektor pertanian.
Dia mencontohkan, perusahaan Indofood, besar juga dari sektor pertanian, bahkan perusahaan rokok seperti gudang garam sekalipun, juga besar dari sektor pertanian.
"Maka bagi anak muda yang ingin sukses dan kaya, harus berani terjun ke sektor pertanian," katanya.
Menyukseskan berbagai program pertanian, tambah dia, pihaknya akan terus menjalin kerja sama dengan seluruh pihak, untuk bahu membahu mengangkat sektor tersebut.
Menurut Amran,60 persen Indonesia adalah negara agraris, tetapi sektor pertanian sangat tertinggal.
"Ini kondisi yang sangat memprihatinkan dan miris, sehingga petani Indonesia harus bangkit," katanya.
Dari kunjungan ke berbagai negara tambah dia, petani-petani di luar negeri merupakan petani yang sangat rajin, tetapi di Indonesia dikenal sebagai orang yang malas.
Sehingga, revolusi pertanian harus terus digalakkan, bila perlu petani dan seluruh pihak terkait, bekerja hingga 20 jam sehari.
"Indonesia adalah negara yang subur dengan matahari yang selalu hadir selama 12 bulan, ini adalah nikmat yang luar biasa, yang harus dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya," katanya.
Pewarta: Latif ThohirEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.