PT PLN (Persero) kembali membikin kecewa masyarakat Banjarmasin, ibukota Provinsi Kalimantan Selatan khususnya, demikian dilaporkan, Rabu.
Pasalnya layanan listrik PLN tiga kali padam di "kota seribu sungai" Banjarmasin pada Selasa malam hingga menjelang subuh Rabu, bahkan listrik mati sampai enam jam.
Sebagai contoh di kawasan Komplek Beruntung Jaya Banjarmasin dan sekitarnya aliran listrik padam sekitar pukul 04.00 Wita atau dinihari Rabu, hingga siang/pukul 10.00 Wita, baru menyala kembali.
Sebelum aliran listrik padam dalam tempo yang agak lama, dua kali terjadi "byar pet" (hidup - mati) sepanjang Selasa malam. Ketika dikonfirmasi, Eko dari manajemen PT PLN Wilayah Kalselteng, menerangkan, hidup - mati aliran listrik sebanyak tiga kali tersebut, karena gangguan transmisi line Cempaka Banjarbaru - Mantuil Banjarmasin.
Oleh karena gangguan transmisi tersebut, sehingga menyebabkan sebagian wilayah Kalselteng listrik dari PLN padam, menjawab ANTARA Kalsel.
Namun dari manajemen yang mengurusi jaringan listrik PLN tersebut tak menerangkan, penyebab terjadinya gangguan transmisi yang mengakibatkan listrik padam dan membuat kekecewaan warga masyarakat.
Dari manajemen PLN Kalselteng itu meminta maaf kepada masyarakat pelanggan/konsumen atas ketidaknyamanan pelayanan, seperti terjadi pemadaman karena gangguan transmisi.
Sementara itu, Rakhmat Nopliardy SH, MH, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, mempertanyakan, kapan PLN bisa, untuk tidak mengecewakan masyarakat.
Anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi (termasuk kelistrikan) itu, meminta, manajemen PLN Kalselteng agar lebih transparan dalam masalah kelistrikan pada dua provinsi bertetangga tersebut.
"Kita meminta, jangan ada kesan kebohongan dari PLN, seperti memberi janji menormalkan jaringan dan aliran tenaga listrik, namun kenyataannya belum bisa menepati," ujar wakil rakyat dari Partai Amanat Nasional (PAN) itu.
Contoh janji lain dari PLN yang belum bisa menetapi, yaitu mengoperasikan pembangkit unit III Pusat Listrik Tenaga Uap (PLTU) Asam-Asam di Kabupaten Tanah Laut (Tala) Kalsel, dengan daya terpasang 65 Mega watt (MW).
"Janji mengoperasikan pembangkit unit III PLTU Asam-Asam (125 km timur Banjarmasin) itu sejak Juli 2011 dan selalu tertunda, yang hingga kini belum masuk jaringan, karena masih tahap uji coba," ungkapnya.
"Oleh sebab itu, tidak salah atau wajar kalau masyarakat kecewa, karena mereka anggap PLN hanya bisa janji-janji melulu, tanpa memberi penjelasan dan kejelasan permasalahannya secara lebih transparan," demikian Rakhmat./shn/D
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.