Hanya saja wilayah penugasan PPL tersebut kalau memang satu orang untuk beberapa desa, tetapi harus berdekatan dalam wilayah itu, sehingga mudah terjangkau
Banjarmasin,(Antaranews Kalsel) - Anggota Komisi II DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) Danu Ismadi Saderi mengatakan, satu orang penyuluh pertanian lapangan (PPL) di provinsinya kemungkinan akan membawahi beberapa desa.
"Hanya saja wilayah penugasan PPL tersebut kalau memang satu orang untuk beberapa desa, tetapi harus berdekatan dalam wilayah itu, sehingga mudah terjangkau," ujarnya di Banjarmasin, Kamis.
"Kemungkinan satu PPL untuk beberapa desa itu dari hasil konsultasi kami bersama Dinas Pertanian Tanaman Pangan dan Holtikultura Kalsel dengan Kementerian Pertanian (Kementan) Republik Indonesia perkan lalu," tuturnya.
Pasalnya, lanjut anggota DPRD Kalsel pengganti antarwaktu dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu, untuk sementara tidak ada penerimaan/pengangkatan tenaga penyuluh lapangan.
Sementara tenaga PPL yang ada sekarang masih kurang atau tidak memungkinkan per orang per desa, ujar mantan Kepala Balai Pengkajian Teknologi Pertanian (BPTP) Banjarbaru, Kalsel itu.
"Memang dulu per desa bisa mendapatkan penempatan penyuluh pertanian, penyuluh peternakan, dan penyuluh perikanan," tutur wakil rakyat asal daerah pemilihan Kalsel II/Kabupaten Banjar tersebut.
"Tetapi kalau menggunakan pola per desa hanya satu PPL, maka PPL tersebut juga harus menguasasi disiplin ilmu lain dari yang mereka pelajari ketika studi," lanjutnya menjawab Antara Kalsel.
Ia menambahkan, selain membicarakan personalia PPL, ketika konsultasi dengan Kementan tersebut juga mengangkat persoalan Badan Koordinasi Penyuluhan (Bakorluh) Kalsel yang kini tiada.
"Kalau dulu Bakorluh merupakan jabatan struktural eselon II, kini sebagaimana peraturan perundang-undangan terbaru, hanya menjadi bidang atau eselon III," ujar wakil rakyat bergelar insinyur dan MS tersebut.
"Bahkan ada daerah lain menempatkan sebagai eselon IV atau setingkat seksi," demikian Danu Ismadi Sadri.
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.