arget itu terlihat dari kedudukan di DPRD, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kotaBanjarmasin, (Antaranews Kalsel) - Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Partai Persatuan Pembangunan Kalimantan Selatan (Kalsel) HM Aditya Mufti Ariffin menyatakan, target partai politiknya di provinsi tersebut minimal tiga besar dari hasil Pemilu tahun 2019.
"Target itu terlihat dari kedudukan di DPRD, baik tingkat provinsi maupun kabupaten/kota," ujar di sela-selah hari lahir (Harlah) ke-45 partai politik (parpol) tersebut di Sekretariat DPW PPP Kalsel - Jalan A Yani km6 Banjarmasin, Jumat.
Ia mengaku, dari 13 DPRD kabupaten/kota di Kalsel, baru empat di antaranya PPP mendapat posisi atau kedudukan relatif baik, seperti pada Kabupaten Balangan sebagai pemenang Pemilu 2014 (menjadi ketua lembaga legislatif setempat).
Kemudian pada Kabupaten Banjar dan Hulu Sungai Utara (HSU) urut kedua, serta di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) urutan ketiga atau mendapat kedudukan sebagai Wakil Ketua DPRD setempat.
Begitu pula dari hasil Pemilu legislatif (Pileg) 2014, pada DPRD Kalsel yang beranggotakan 55 orang itu, PPP mendapat tujuh atau urutan ketiga dan berhak sebagai unsur pimpinan lembaga legislatif tersebut (wakil ketua).
"Ke depan atau hasil Pileg 2019, kita harapkan PPP bisa memperbaiki kedudukan pada DPRD kabupaten/kota lain di Kalsel," ujar Aditya yang juga anggota Komisi III DPR-RI asal daerah pemilihan provinsi tersebut.
Oleh sebab itu, putra dari H Rudy Ariffin (mantan Gubernur dan Ketua DPW PPP Kalsel dua periode) tersebut, mengajak kader-kader PPP yang memisahkan diri agar bergabung kembali untuk bersama-sama membesarkan parpol berlambangkan gambar ka`bah.
"Karena masa perpecahan sudah berlalu dengan selamat. Berikutnya mari kita bersatu kembali dan kami selalu terbuka," lanjut alumnus Universitas Lambung Mangkurat Banjarmasin bergelar sarjana dan magister hukum tersebut.
Mengenai pencalonan anggota legislatif, baik tingkat pusat (DPR-RI) maupun DPRD provinsi serta kabupaten/kota, dia menyatakan, akan mematuhi ketentuan sebanyak 30 persen untuk keterwakilan perempuan.
"Begitu pula wajah lama masih memungkinkan ikut mencalon anggota legislatif (mencaleg), sejauh yang bersangkutan merakyat atau dengan perkataan lain memperjuangkan nasib rakyat. Karena jargon PPP ialah bergerak bersama rakyat," demikian Aditya.
Harlah ke-45 PPP tingkat Provinsi Kalsel tahun 2018 sederhana, dengan tetap menampilkan kearifan lokal, seperti hiburan berupa "Madihin" (sebuah seni bertutur - seni budaya khas daerah Banjar Kalsel).
Pewarta: Syamsudin HasanEditor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.