Hal tersebut dibuktikan dengan pembukaan cabang-cabang baru di Indonesia salah satunya di Banjarmasin Kalimantan Selatan (Kalsel), ungkap Kepala Divisi Komunikasi BII, Esti Nugraheni kepada wartawan di Banjarmasin, Senin.
Cabang baru yang dibuka tersebut yaitu di Kota Padang, Jakarta Barat, Jakarta Selatan, Jakarta Timur, Tangerang, dan Kota Banjarmasin Cabang Ahmad Yani.
Namun dari pembukaan cabang baru Bank BII tersebut acaranya dipusatkan di Bank BII cabang Ahmad Yani Banjarmasin dtandai dengan penandatanganan enam prasasti mewakili enam kantor cabang Bank BII.
Pengembangan sayap tersebut dilakukan sejalan dengan program Bank BII yang kini memasuki fase pengembangan bisnis unggulan guna mendukung pemasaran produk unggulan kepada masyarakat.
Kehadiran Bak BII dilokasi strategis tersebut diharapkan dapat mengantisipasi pertumbuhan sentra-sentra bisnis guna mendukung para pelaku dunia usaha.
Kehadiran Bank BII melalui enam kantor baru merupakan upaya untuk terus secara berkelanjutan memberikan layanan perbankan yang optimal kepada para nasabah maupun masyarakat baik nasabah perorangan hingga pelaku usaha maupun nasabah perusahaan.
Pada kantor-kantor baru Bank BII tersebut nasabah dapat mengakses produk-produk perbankan unggulan seperti tabungan Bank BII Woman One yang dikhususkan untuk wanita atau tabungan Bank BII Superkidz khusus untuk anak-anak.
BII juga menawarkan program menarik dari produk tabungan melalui program bingkisan beruntung yang menuai sukses pada tahun 2009 sehingga Bank BII kembali meluncurkan program yang sama untuk periode April 2010 hingga Januari 2011.
Selain produk sampingan Bank BII juga menyediakan fasilitas kredit Usaha Kecil Menengah serta konsumer seperti KPR dan kartu kredit termasuk kredit co-branding Bank BII Lion Air yang belum lama diluncurkan.
Oleh sebab itu sejalan dengan pengembangan bisnis unggulan maka Bank BII terus melakukan ekspansi jaringan kantor secara signifikan dengan menargetkan sekitar 70 kantor baru diseluruh Indonesia pada tahun 2010, demikian Esti.
Editor : Abdul Hakim Muhiddin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.