Pemkab Kotabaru Kalimantan Selatan berencana membangun pembangkit listrik tenaga mikro hidro, untuk memenuhi kebutuhan listrik di daerah-daerah terpencil yang belum teraliri listrik dari PT PLN.

Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor MAP, Kamis, mengatakan, untuk menambah pasokan listrik yang masih kurang, di Kotabaru rencananya akan di bangun Pembangkit Listrik Tenaga Mikro Hidro (PLTMH) dengan memanfaatkan aliran air sungai yang terdapat di beberapa daerah. "Kementerian Energi Sumber Daya Mineral (ESDM) menyambut baik rencana tersebut, dan mengharapkan kepada Pemkab Kotabaru segera mengajukan proposal kepada Pemerintah Pusat," katanya menjelaskan. Menurut Alpidri, membangun PLTMH merupakan salah satu cara untuk memenuhi kebutuhan listrik terutama di daerah-daerah yang belum teraliri listrik PLN tetapi memiliki potensi sungai cukup bagus. Karena belum tersedianya listrik dari PT PLN, masyarakat di daerah sebagian besar terpaksa mengoperasikan mesin genset dengan cara swadaya. "Akibatnya, terjadi pemborosan biaya untuk membeli bahan bakar mesin pembangkit atau mesin genset," kata Alpidri. Belum tersedianya listrik yang cukup juga mengakibatkan melambatnya pertumbuhan ekonomi di Kotabaru. Misalkan, perusahaan perumahan, perusahaan kontruksi dan industri rumah tangga juga banyak yang menunda rencana pengembangan usahanya hingga tersedianya pasokan listrik yang cukup. Untuk mengatasi masalah ketersediaanya listrik, DPRD bersama Pemkab Kotabaru terus melakukan koordinasi bersama instansi terkait, seperti Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral agar di Kotabaru dibangun Pembangkit Listrik Tenaga Surya (PLTS). Menurut dia, apabila kebutuhan listrik terpenuhi, diharapkan mampu mendongkrak laju pertumbuhan ekonomi di Kotabaru. Bukan hanya itu, banyak hal yang dapat dilakukan oleh pelaku bisnis, investor lokal dan luar negeri serta masyarakat di daerah apabila listrik cukup tersedia di Kotabaru. Jika ketersediaan listrik di Kotabaru mencukupi, bisnis perumahan dan industri yang lainnya akan tumbuh dengan pesat, lapangan usaha akan terbuka lebar, terutama industri properti dan industri manufaktur. "Untuk menyediakan daya listrik yang cukup, perlu dukungan semua pihak, legislatif, eksekutif, pemerintah pusat dan daerah," pungkasnya./C/




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026