Wakil Ketua DPRD Kotabaru, Masdar, Senin, mengatakan, keberadaan perusahaan belum banyak memberikan manfaat bagi masyarakat, sehingga masih banyak masyarakat hidup dalam garis kemiskinan.
Misalkan, ujar Masdar, masyarakat Pudi, Kecamatan Kelumpang Utara, sebelum ada perusahan mengkonsumsi air sungai, namun belakangn ini air sungai tersebut tidak dapat dikonsumsi, tidak tahu kenapa itu terjadi.
Masyarakat takut mengkonsumsi air sungai karena khawatir air tersebut tercemar limbah.
Masdar menuturkan, sebagian anak sungai di sekitar Pudi juga ditutup dan dijadikan jalan untuk memperlancar transportasi perusahaan tambang batu bara.
Akibatnya, lanjut dia, sungai menjadi dangkal, dan mengganggu aktivitas perahu nelayan untuk turun ke laut.
"Apabila surut nelayan terpaksa menunggu air pasang, agar perahunya tidak kandas," ujarnya.
Menurut Kader Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDI-P), perusahaan tidak akan menemui masalah dengan masyarkat, apabila selama berada di Kotabaru peduli dan memperhatikan nasib masyarakat di sekitar perusahaan.
Apabila muncul ada masalah, masalah tersebut sebenranya berawal dari masalah yang diciptakan pihak perusahaan sendiri.
"Masyarakat hanya menuntut haknya kepada perusahaan, mereka berpendapat sebagian keuntungan yang diperoleh perusahaan adalah hak warga di sekitar perusahaan," imbuhnya.
Banyak hal yang bisa dilakukan perusahaan melalui program CD/CSR.
Memberikan bantuan permodalan, beasiswa bagi anak dari keluarga kurang mampu, membuka pelatihan ketrampilan bagi remaja putus sekolah serta memberdayakannya.Suli/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.