Seorang operator alat berat, Syamsul (40), ditemukan tewas di kedalaman lumpur 12 meter bekas tambang batubara PT Bahari Cakrawala Sebuku di Pulau Sebuku Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan.


         "Hari ini korban ditemukan tewas di dalam lumpur," kata Kapolsek Pulau Sebuku Ajun Komisaris Polisi Sigit Cahyono kepada ANTARA, Sabtu.

         Kapolsek mengatakan belum bisa meminta keterangan beberapa orang saksi yang dianggap mengetahui kronologi kejadian yang menyebabkan operator alat berat asal Riau itu tewas.

         "Kami belum bisa meminta keterangan para saksi karena mereka sedang sibuk mengurus jenazah rekannya," ujar Sigit.

         Kejadian itu, ujar dia, bertepatan saat ada kunjungan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani ke perusahaan BCS di Pulau Sebuku pada Kamis (1/3).

         Kehadiran Bupati untuk melantik dua kepala Desa di Kecamatan Pulau Sebuku dan menghadiri ekspos Analisa Mengenai Dampak Lingkungan (Amdal) rencana pelurusan dua sungai, yakni Sungai Dungun dan Serakaman.      
    Syamsul terjebak lumpur sedalam 12 meter, bekas galian batu bara.

         Menurut informasi, kata Sigit, galian yang dipenuhi lumpur tersebut merupakan bekas galian perusahaan kontraktor PT Buma yang sudah lama ditinggalkan.

         "Kalau dilihat dari permukaannya, lumpur tersebut sudah mengeras, tetapi ternyata dalamnya masih cukup lembek," katanya.    
    Sigit mengemukakan, tim merasa kesulitan dalam melakukan pencarian karena lumpur yang terlalu dalam.

         "Pencarian terpaksa dengan eskavator karena medannya yang sangat sulit," katanya.

         PT Bahari Cakrawala Sebuku merupakan salah satu perusahaan batubara di Kotabaru yang mengantongi izin Perjanjian Karya Pengusahaan Pertambangan Batubara (PKP2B).C/C




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026