Banjir yang kerap melanda HSU setiap tahunnya tetap menjadi ancaman bagi petani pasalnya HSU berada dititik pertemuan dua alur sungai yakni SungaiBalangan dan Tabalong.


Maka untuk mengatasi masalah ini kedepannya menurut Kepala Dinas Pertanian Tanaman pangan dan holtikultura HSU Ir Ilham Hadi harus melalui kerjasama tiga kabupaten HSU Tabalong dan Balangan.

"Dinas pertanian hanya bisa membantu perbaikan sarana dan prasarana penunjang seperti tanggul, aliran tersier" ujar Ilham yang ditemui Selasa.

Diakui jika banjir seperti yang terjadi tahun 2010 kemaren akan terus menjadi momok para petani yang sempat tidak bisa menanam benih padi akibat areal sawah mereka terendam.

Akibatnya lahan pertanian HSU pun menyusut menjadi hanya 30 persen dan menurunkan produksi padi waktu itu

Namun bagi petani syukurnya mereka rata-rata memiliki pekerjaan sampingan yang bisa mereka kerjakan jika tidak bercocok tanam, seperti menangkap ikan atau beternak sehingga masih bisa membantu perekonomian mereka.

HSU lanjut dia terus berbenah seiring perhatian Pemerintah pusat terhadap pengembangan pertanian lahan rawa, "perhatian dari pemerintah pusat bisa kita lihat dari meningkatnya bantuan untuk pertanian dilahan rawa" terang Ilham.

Bantuan dimaksud seperti bantuan benih unggul seperti varietas cheherang yang setiap tahun didapat, bantuan untuk sekolah lapang bagi petani serta  bantuan untuk perbaikan sarana dan prasarana pertanian.

Pemerintah pusat berharap lahan pertanian rawa bisa menjadi penyangga produksi pangan Nasional apalagi ditengah menyusutnya lahan pertanian diPulau jawa dan dikota kota besar. (eddy Humas/D)


Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026