Amuntai (ANTARA) - Kegiatan Pembentukan Desa Tangguh Bencana (Destana) Tahun 2026 dilaksanakan di Kota Amuntai, Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Kalimantan Selatan, pada Kamis. 

Pemerintah Kabupaten HSU membentuk Destana di 31 desa dan kelurahan guna perkuat kesiapsiagaan masyarakat dalam hadapi potensi bencana.

Bupati HSU Sahrujani menjelaskan dampak besar dari rentetan bencana yang merusak infrastruktur dan ekonomi warga.

“Dalam beberapa tahun terakhir, masyarakat Hulu Sungai Utara telah merasakan dampak bencana yang cukup besar,” ujar Sahrujani.

Baca juga: Pemkab HSU gelar apel kesiapsiagaan bencana hidrometeorologi
Baca juga: 27.652 warga terdampak banjir di HSU

Langkah strategis ini bertujuan membangun kemandirian masyarakat desa agar siap merespons ancaman banjir hingga kebakaran lahan secara berkelanjutan.

Sahrujani menambahkan bahwa penanggulangan bencana memerlukan keterlibatan aktif warga desa sebagai garda terdepan dalam menghadapi risiko.

“Program Destana merupakan gerakan bersama untuk membangun kesadaran, kesiapsiagaan, serta kemampuan masyarakat dalam menghadapi risiko bencana,” tegas Sahrujani.

Dia mengingatkan masyarakat untuk membangun budaya sadar bencana mulai dari menjaga saluran air hingga melestarikan ekosistem rawa sekitar.

Dalam kegiatan ini, Bupati HSU Sahrujani hadir bersama Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) HSU Syamrani, beserta para lurah, camat, kepala desa, serta unsur terkait. 



Pewarta: Alya Salwa Ramadhina L P
Editor : Mahdani

COPYRIGHT © ANTARA 2026