Pembangunan dan perbaikan drainase atau saluran air di jalur perkotaan Kotabaru, Kalimantan Selatan memerlukan dana Rp41 miliar, kata Kepala Dinas Cipta Karya, Permukiman dan Perumahan Kabupaten Kotabaru H. Akhmad Rivai, Senin.
Ia mengatakan, untuk membangun drainase yang refresentatif diperlukan dana yang cukup besar.
Membangun drainase yang refresentatif, menurut Rivai, hukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah daerah, akan tetapi perlu melibatkan pemerintah provinsi dan pusat.
Rivai mengemukakan, salah satu penyebab kerusakan badan jalan disebabkan drainase yang kurang baik.
Drainase yang tidak baik menyebakan genangan dan endapan sedimen atau sampah di saluran, elevasi yang bisa menyebabkan banjir.
Sedikitnya, terdapat lima titik genangan di wilayah perkotaan yang menyebakan banjir.
Menurut dia, ada beberapa drainase di perkotaan yang sudah sangat mendesak perlu ditangani, yakni, sepanjang 6,26 Km.
Dinas Cipta Kaya perlu melakukan normalisasi saluran dan normalisasi sungai, untuk saluran pembuangan akhir.
Semuanya akan bermuara ke Selat Laut dan kelima sungai yang ada di Kota Kotabaru.
Kelima sungai yang ditetapkan sebagai saluran pembuang akhir yaitu Sungai Peramuan, Sungai Rampa, Sungai Baharu, Sungai Belingkar dan Sungai Bekungkang.
Rivai mengatakan, untuk pelaksanaan konstruksi fisik pekerjaan drainase Kota Kotabaru dengan nilai total Rp41 milyar akan dibagi dalam beberapa paket perkerjaan.
Diantaranya, Paket 1A, Jalan H. Agus Salim dengan total biaya Rp1,8 miliar.
Paket 1B Jalan H. Agus Salim dengan total biaya Rp7 miliar, dan paket 2 Jalan P. Diponegoro dengan total biaya Rp10 miliar serta paket 3 Jalan Nilam dengan total biaya sebesar Rp7,8 miliar.
Selanjutnya paket 4 jalan Suryawangsa dengan total biaya Rp6,6 miliar dan Paket 5 Jalan H. Hasan Basri dengan total biaya Rp6,8 miliar./C/C
Editor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.