Pemerintah Kota (Pemkot) Banjarbaru Provinsi Kalimantan Selatan, mengusulkan kekurangan pembayaran tunjangan profesi bagi guru sertifikasi sejak bulan September 2011.


"Usul kekurangan pembayaran tunjangan profesi bagi guru sertifikasi tahun 2010 sudah disampaikan tanggal 20 September 2011 ," ujar Wakil Wali Kota Banjarbaru Ogi Fajar Nuzuli, Jumat.

Menurut Ogi didampingi Kepala Dinas Pendapatan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah Thalmi Hasani, surat permohonan disampaikan kepada Direktur Dana Perimbangan Dirjen Perimbangan Kementerian Keuangan di Jakarta.

Dijelaskan Thalmi, realisasi pembayaran tunjangan profesi semester I dan II tahun anggaran 2010 sebesar Rp12,8 miliar yang diserahkan kepada 465 guru dan dibayar sejak Januari hingga November 2010.

Sementara, pagu dana yang tersedia untuk satu tahun hanya sebesar Rp12,9 miliar padahal dana yang harus disalurkan untuk 12 bulan Rp13,9 miliar sehingga terjadi kekurangan pembayaran untuk satu bulan.

"Makanya, kami menyampaikan usul kekurangan pembayaran satu bulan sebesar 1,1 miliar untuk menutupi kekurangan pembayaran bulan Desember 2010 dengan jumlah guru penerima sebanyak 465 orang," ungkapnya.

Belakangan, kata dia, pihaknya menerima surat dari Ditjen Pendidikan Dasar Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan yang meminta data kekurangan bayar DAU 2010 tertanggal 26 Januari 2012.

Surat yang ditandatangani Direktur Pembinaan PTK Diknas Sumarna Surapranata itu meminta Dinas Pendidikan seluruh Indonesia mengirimkan data kekurangan bayar DAU 2010 paling lambat 17 Februari 2012.

"Surat permintaan itu berlaku seluruh Indonesia, tetapi karena Pemkot sudah mengusulkan sejak September 2011 sehingga tidak perlu mengirimkan data lagi," ujarnya.

Dikatakan, pihaknya mengharapkan guru sertifikasi yang belum menerima pembayaran bersabar karena Pemkot sudah mengambil langkah yang diperlukan agar tunjangan profesi itu bisa cair.

"Informasi yang kami terima, dananya masuk dalam APBN Perubahan 2012 sehingga pembayaran kemungkinan bisa terealisasi setelah pengesahan dana pusat itu sehingga para guru hendaknya bersabar," katanya./zal/D




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026