Awal Maret 2012 listrik yang dihasilkan Pembangkit Listrik Tenaga Uap Asam-Asam unit III Kabupaten Tanah Laut Kalimantan Selatan diharapkan telah masuk jaringan.


Tim pemantau pembangunan PLTU Asam-Asam Pemprov Kalsel Hadi Susilo di Banjarmasin, Jumat mengatakan, pada Februari 2012 kontraktor pembangunan telah melakukan uji coba jaringan.

"Ternyata hasilnya masih terjadi beberapa kendala sehingga belum berhasil seratus persen," katanya.

Diharapkan, kendala dari hasil uji coba tersebut bisa segera diselesaikan, sehingga target bahwa PLTU Asam-Asam Unit III dan IV bisa masuk jaringan pada awal 2012 ini bisa tercapai.

Menurut Hadi, beberapa upaya pemerintah pusat dan daerah mendorong agar pembangunan PLTU Asam-Asam yang seharusnya selesai sejak akhir 2009 molor hingga 2012 ini segera selesai.

"Pemerintah sudah mengawal sedemikian rupa pembangunan PLTU Asam-Asam ini, bahkan Kementerian ESDM juga langsung meninjau ke lokasi, tetapi karena ada kendala teknis pembangunan tersebut tak bisa diselesaikan hingga saat ini," katanya.

Mengetahui perkembangan terakhir, kapan PLTU unit III tersebut masuk jaringan dan bisa dinikmati oleh masyarakat, tambah Hadi, dalam waktu beberapa hari ke depan ini pihaknya akan kembali diundang oleh kontraktor.

Dalam rapat tersebut, kata dia, akan dibicarakan progres terakhir dan diharapkan juga akan dibicarakan waktu peresmian, sehingga pembangunan tidak kembali molor.

Menurut dia, Pemprov Kalsel telah melakukan segala upaya untuk penyelesaian pembanguan PLTU tersebut, selain pendanaan juga melakukan mediasi dengan masyarakat maupun perusahaan yang lahannya terlintasi oleh jaringan PLN tersebut.

Sebelumnya, Wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Tengah kembali terancam pemadaman bergilir akibat terjadinya kerusakan bagian mesin PLTU Asam-Asam unit II.

Menurut Hadi saat ini kipas PLTU Asam-Asam unit II mengalami kerusakan sehingga operasionalnya tidak maksimal.

"Seharusnya mesin unit II PLTU Asam-Asam mampu menghasilkan 65 megawatt, tetapi karena rusak kini hanya mampu menghasilkan daya 56 megawatt," katanya.

Mesin pembangkit II tersebut sudah harus dilakukan perbaikan atau "overhaul" sejak beberapa waktu lalu, namun karena pembangunan mesin PLTU Asam-Asam III penyelesaiannya kembali molor sehingga rencana perbaikan kembali tertunda.

Direncanakan pembangkit III akan selesai dan diresmikan pada Februari 2012, namun bila ternyata kembali molor dan pembangkit II harus melakukan perbaikan maka Kalsel akan kekurangan daya hingga 45 megawatt.

"Bila hal tersebut terjadi, maka pemadaman bergilir mau tidak mau harus kembali terjadi," katanya. /B/C


 




Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026