Pemerintah Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan, membentuk Komite Daerah Pengendalian dan Penanggulangan Zoonosis (KDP2Z) mencegah berjangkitnya flu burung  kemanusia setelah ditemukannya penyakit itu menyerang ayam kampung di Gunung Aru, Pulau Laut Timur.


Kepala Dinas Peternakan Kotabaru, H Sabri Madani, Rabu, mengatakan, dengan ditemukanya unggas positif terjangkit flu burung pemerintah daerah langsung tanggap dengan membentuk komite untuk mengantisipasi agar tidak terjadi mutasi flu burung dari unggas ke manusia.

"Komite tersebut akan bekerja keras untuk mengantisipasi agar flu burung tidak menjangkit kepada manusia," jelasnya.

Komite Daerah Pengendalian dan Penanggulangan Zoonosis (KDP2Z) kata Sabri, akan melakukan beberapa langkah strategis agar penyakit flu burung tidak bermutasi (berpindah) dari unggas kepada manusia.

Kepala Dinas Kesehatan drg Cipta Waspada, menuturkan, mutasi avian influenza dari uanggas ke manusia memang tidak mudah.

"Namun demikian, kita harus tetap waspada dan berjaga-jaga agar hal itu tidak terjadi," ujarnya.

Beberapa langkah yang akan dilakukan komite KDP2Z, diantaranya, mengimbau masyarakat untuk tetap hidup bersih dan selalu menjaga kebersihan lingkungan dan sanitasi.   
    Melakukan penyemprotan disinfektan ke beberapa kandang dengan radius tertentu dari titik ditemukannya kasus flu burung.

Mengimbau masyarakat, dalam memasak daging ayam hendaknya sesuai standar, yakni, dengan panas minimal 80 drajat celcius selama 10-15 menit.

Petugas Puskesmas, khususnya daerah positif ditemukan flu burung  diwajibkan untuk memberikan pengarahan kepada masyarakat untuk meningkatkan kehati-hatian dan waspada sewaktu-waktu ada yang mengalami kondisi badan yang berbeda segeralah dilarikan ke Puskesmas atau rumah sakit umum untuk mendapat perawatan kesehatan./C/




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026