Pada bulan Januari 2012 Kota Banjarmasin Kalimantan Selatan mengalami inflasi 2,92 persen,akibat kenaikan harga yang ditunjukan naiknya indeks kelompok bahan makanan sebesar 6,19 persen.
Selain itu, naiknya kelompok makanan, minuman, rokok dan tembakau sebesar 0,22 persen, kelompok perumahan, air, listrik, gas dan bahan bakar sebesar 5,34 persen, kata Kepala Badan Pusat Statistik(BPS) Kalimantan Selatan, Iskandar Zulkarnaen, di Banjarmasin, Rabu.
Kemudian kelompok sandang 0,46 persen, kelompok kesehatan 0,13 persen, kelompok transpor komunikasi dan jasa keuangan 0,65 persen, sementara kelompok pendidikan rekreasi dan olahraga tidak mengalami perubahan masing-masing 0,08 persen dan 0,09 persen.
Menurut komponennya, pada Januari 2012 barang-barang yang harganya dipengaruhi kebijakan pemerintah (administered goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 2,91 persen.
Begitu pula harga yang bergejolak (volatile goods inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 5,77Â persen dan inflasi inti (core inflation) secara umum mengalami inflasi sebesar 1,63Â persen.
Sedangkan laju inflasi tahun kalender (Januari-Desember) 2012 tercatat sebesar 2,92 persen, sedangkan laju inflasi "year on year" (Januari 2012 terhadap Januari 2011) sebesar 7,37 persen.
Dari sepuluh komoditas utama yang memberikan sumbangan terbesar terjadinya inflasi selama Januari 2012 di Banjarmasin, antara lain sewa rumah, ikan gabus, daging ayam ras, bahan bakar rumah tangga, tarif air Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).
Sedangkan sepuluh komoditi utama yang mendorong terjadinya deflasi, antara lain ikan kembung/gembung, jagung manis, ketela pohon, bawang putih, daging sapi, guma merah, semen, besi beton, ayam nuggets dan buncis.
Berdasar pantuan BPS Kalsel dengan menggunakan penghitungan tahun dasar 2007=100, maka secara umum Januari 2012 Banjarmasin mengalami inflasi 2,92 persen atau terjadi kenaikan indeks harga (IHK) dari 135,40 pada Desember 2011 menjadi 139,35 pada Januari 2012./her/D
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.