Warga yang tinggal di kepulauan di Pulau Sembilan, sekitar 84 mil sebelah selatan ibukota Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan meminta agar pengoperasian kapal perintis ke daerahnya dipercepat.


"Karena stok sembako di Pulau Sembilan kini sudah menipis," kata tokoh masyarakat Pulau Sembilan, Tugiman, Senin.

Selain segera beroperasi, warga juga meminta kapal perintis tidak dioperasikan berlayar hingga Banjarmasin.

"Karena penumpangnya ke Banjarmasin hampir tidak ada, warga lebih suka menggunakan transportasi darat ketimbangh laut," terang Tugiman.

Menurut dia, apabila operasional ke Banjarmasin ditiadakan, maka pelayaran ke Pulau Sembilan-Kotabaru akan lebih cepat dari biasanya.

"Selama 2011, kapal perintis KM Delta Sembada ke Pulau Sembilan rata-rata 11-13 hari sekali," imbuhnya.

Sementara masyarakat kepulauan berharap bisa mendapatkan pelayanan dari kapal perintis setiap pekan, mengingat semua keperluan konsumsi masyarakat dipasok dari Kotabaru.

Masyarakat juga meminta Pemkab Kotabaru mengganti kapal KM Multi Guna dengan kapal yang lain, karena kapal tersebut mudah goyang 'linggar' saat dihempas gelombang laut.

"Banyak penumpang yang mabuk, apabila naik kapal Multi Guna, karena kapalnya linggar sekali," keluh warga.

Kapal perintis KM Delta Sembada dan KM Multi Guna merupakan satu-satunya transportasi laut yang disediakan oleh pemerintah untuk melayani pembukaan pelayaran di daerah terisolir di Kotabaru dan Sulawesi.

Apabila dua kapal tersebut tidak beroperasi seperti yang terjadi sejak awal Januari 2012, hampir semua kegiatan masyarakat atau perdagangan dan distribusi sembako terhenti.

Pengoperasian kapal KM Delta Sembada menggunakan dana APBN sedangkan KM Multi Guna menggunakan dana APBD dari Pemkab Kotabaru./C/C




Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026