Tanjung (ANTARA) - Yayasan Amanah Bangun Negeri (YABN) bersama PT Adaro Indonesia (Adaro) menghadirkan Program Robotika SIGMA (Sains & Inovasi untuk Generasi Maju Banua dan Indonesia) dengan menggandeng Persatuan Robotika Seluruh Indonesia (PRSI) untuk meningkatkan kualitas pendidikan di Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan.

Ketua Pengurus Yayasan Amanah Bangun Negeri, Zuraida Murdia Hamdie, mengatakan melalui Program Robotika SIGMA, YABN dan Adaro Group ingin membangkitkan kembali dukungan terhadap dunia pendidikan, khususnya pendidikan STEM (Science, Technology, Engineering, and Mathematics) di Banua.
"Literasi STEM pada pendidikan dasar merupakan pintu masuk menuju penguasaan keterampilan berpikir tingkat tinggi (higher order thinking skills)," jelas Zuraida, Rabu.

Dengan keterampilan tersebut, siswa akan dapat terus mengasah diri menjadi penguasa ilmu pengetahuan, berinovasi, dan berkarya dalam kehidupannya.

Zuraida juga berharap program ini dapat membangkitkan minat belajar STEM melalui model pembelajaran robotika yang menyenangkan, menantang, dan sesuai dengan perkembangan zaman.

Sebanyak 14 SD di Kabupaten Tabalong akan mengimplementasikan program ini untuk memperluas akses pembelajaran robotika sekaligus memperkuat literasi STEM di jenjang pendidikan dasar.

Peluncuran program ini ditandai dengan penyerahan simbolis perangkat pembelajaran robotika kepada perwakilan penerima manfaat oleh Section 1 Head YABN Zulfa Anita, Koordinator Program Robotika SIGMA YABN Rully Prameswari, CSR Section Head PT Adaro Indonesia Aan Nurhadi, dan Kepala Departemen Kemitraan dan Kerja Sama PRSI Riksa Rifqi Fuadi, Senin (20/7).

Kolaborasi ini merupakan wujud komitmen bersama dalam mempersiapkan generasi muda Indonesia yang adaptif terhadap perkembangan teknologi dan siap berkontribusi dalam pembangunan Indonesia di era digital.
Program ini dirancang untuk membangun ekosistem pembelajaran yang mendorong siswa mengenal teknologi secara aplikatif melalui pendekatan pembelajaran yang inovatif guna mengembangkan kemampuan berpikir komputasional, kritis, kreatif, kolaboratif, serta keterampilan memecahkan masalah sejak usia dini.

Perwakilan PRSI, Riksa Rifqi Fuadi, menjelaskan melalui program ini para peserta akan dilatih menjadi guru robotika, sedangkan para siswa nantinya akan mengikuti kompetisi.

"Siswa peserta Program Robotika nantinya akan kami daftarkan ke Pusat Prestasi Nasional (Puspresnas), sedangkan tenaga pendidik akan dilatih menjadi guru robotika," jelas Riksa.

Riksa juga mengapresiasi komitmen dan perhatian Adaro-YABN terhadap perkembangan teknologi di dunia pendidikan.

CSR Section Head PT Adaro Indonesia, Aan Nurhadi, berharap program ini dapat memberikan dampak terhadap peningkatan kreativitas, inovasi, dan daya pikir siswa.

"Melalui program ini, siswa distimulasi untuk lebih kreatif dengan pembelajaran yang variatif," jelas Aan.
Kegiatan Robotika SIGMA diawali dengan penyelenggaraan Training of Trainers (ToT) oleh PRSI pada 20–24 Juli 2026 yang diikuti 28 guru dari 14 SD yang telah lulus seleksi.



Pewarta: Herlina Lasmianti
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026