PT Adaro Indonesia, perusahaan pertambangan batu bara yang beroperasi di Kabupaten Balangan dan Tabalong, Kalimantan Selatan, akan memberikan bantuan beasiswa khusus untuk masyarakat adat.
        
Menurut Humas PT Adaro Indonesia Ismail di Dahai Office, sekitar 7 kilometer dari Paringin, Ibu Kota Balangan, Selasa, selama ini pihaknya telah memberikan beasiswa namun sifatnya masih umum.
        
"Beasiswa yang telah diberikan bersifat umum untuk seluruh masyarakat di kabupaten tempat PT Adaro beroperasi. Belum ada yang khusus kepada masyarakat adat," ujarnya.
        
Wilayah operasional tambang PT Adaro Indonesia, sebagian berada di sekitar permukiman masyarakat adat Dayak Meratus.
        
Dari hasil audiensi PT Adaro Indonesia dengan Konsorsium LSM For Borneo Hijau yang dilaksanakan Senin (1/11) diketahui banyak warga adat yang tidak melanjutkan sekolah karena keterbatasan biaya.
        
"Berangkat dari situ, kami bersama Bagian CSR berkeinginan  mengalokasikan sebagian dana CSR untuk beasiswa khusus tersebut," katanya.
        
Konsorsium LSM For Borneo Hijau merupakan gabungan tiga LSM di Kalsel yaitu Lembaga Pemberdayaan Masyarakat Adat (LPMA) Borneo Selatan, Aliansi Masyarakat Adat Nusantara (AMAN) Kalsel dan JARI Borneo.
        
Ia menambahkan, dalam audiensi tersebut, Konsorsuim LSM For Borneo Hijau dan PT Adaro Indonesia juga menjajaki kemungkinan kerja sama dalam hal pemberdayaan dan peningkatan kesejahteraan masyarakat adat.
        
"Khususnya untuk masyarakat adat Dayak Meratus di sekitar wilayah operasi PT Adaro, akan dilakukan upaya pemberdayaan dengan tujuan akhir peningkatan ekonomi dan kesejahteraan bagi mereka," tambahnya.
        
Sebagai langkah awal, PT Adaro Indonesia meminta pihak ketiga, dalam hal ini Konsorsium LSM For Borneo Hijau, untuk memberikan data tentang mahasiswa dari masyarakat adat yang kini tengah kuliah.
        
Berdasarkan data tersebut, beasiswa tahap awal akan diberikan dan akan dilakukan lagi pendataan langsung kepada masyarakat adat yang memiliki kemauan untuk sekolah.
        
Selain pemberian beasiswa, PT Adaro Indonesia dan Konsorsium LSM For Borneo Hijau juga menjajaki kemungkinan pemberdayaan masyarakat adat Dayak Meratus melalui pembentukan lembaga kredit union.
        
Kredit union adalah lembaga keuangan dengan sistem yang sedikit berbeda dengan koperasi.
        
Kredit union menganut sistem dari masyarakat untuk masyarakat sehingga dalam hal ini PT Adaro Indonesia hanya sebagai fasilitator. Sedang sumber pendanaan dan pengelolaan sepenuhnya dilakukan oleh masyarakat adat Dayak Meratus sendiri melalui keanggotaan mereka.


: Abdul Hakim Muhiddin

COPYRIGHT © ANTARA 2026