Banjarmasin,  (Antaranews Kalsel) - Sebanyak 161 peserta mengikuti Pekan Olimpiade Komputer se-Kalimantan Selatan dan Tengah yang diselenggarakan Mahasiswa Chip.com STMIK Banjarmasin, 30 Oktober-4 November 2017 di Taman Budaya Kalsel di Banjarmasin.

Ketua Panitia Pekan Olimpiade Komputer Kalselteng 2017 Fajar Ramadhan saat pembukaan acara tersebut di Gedung Balairung Sari Taman Budaya Kalsel, Senin, mengungkapkan sebanyak 161 peserta yang ikut berasal dari kalangan pelajar dan umum.

Ia mengatakan untuk tingkat pelajar ada lima katagori lomba, yakni mading 3D ada lima tim, cerdas cermat ada 12 tim, edit foto ada 19 peserta, disain grafis ada 16 peserta dan animasi ada enam peserta.

Sementara itu untuk tingkat umum, papar Fajar, ada enam kategori yang dilombakan, yakni edit foto ada lima peserta, edit video ada 12 peserta, desain grafis ada empat peserta, disain web template ada lima peserta, mengetik cepat ada 24 peserta dan merakit komputer, instalasi windows dan jaringan ada 14 peserta.

"Kegiatan lomba akan dipusatkan di Kampus STIMIK Banjarmasin di Banua Anyar, Banjarmasin Utara," ujarnya.

Menurut Fajar, kegiatan yang bertema "generasi muda, generasi emas, saatnya yang muda berkreativitas" itu merupakan kegiatan rutin, yang sudah ke-10 pada 2017.

"Jadi antusias peserta yang mengikuti dari tahun ke tahunnya meningkat cukup besar," ucapnya.

Dia pun mengungkapkan kegiatan itu akan dibarengi dengan seminar nasional techno preneurship "keajaiban sosial media" yang dibawakan Suryadin Laoddang yang merupakan dosen jualan, praktisi pebisnis daring, pembicara nasional yang telah mencetak ribuan pebisnis daring di Kampus STIMIK Banjarmasin, 4 November 2017.

Staf Ahli Pemkot Banjarmasin Doyo Pudjadi yang mewakili wali kota menyatakan pemerintah kota mengapreasiasi kegiatan Pekan Olimpiade Komputer itu sebab akan mencetak generasi muda yang hebat di bidangnya.

"Ini kegiatan yang luar biasa sebab terkumpul generasi muda yang ahli komputer dan teknologi online, di mana tidak semua orang bisa, kita sangat apresiasi," ujarnya.

Menurut dia, Banjarmasin yang menuju kota cerdas membutuhkan generasi yang hebat dalam komputer dan teknologi daring sehingga bisa bersinergi.

"Bisa nanti para peserta ini datang ke balaikota untuk memperlihatkan karyanya sehingga bisa juga dimanfaatkan untuk membangun Banjarmasin sebagai kota cerdas," kata Doyo.

Pewarta: Sukarli
Editor : Imam Hanafi

COPYRIGHT © ANTARA 2026