Banjarmasin (ANTARA) - Dinas Perhubungan Provinsi Kalimantan Selatan (Dishub Kalsel) menata ulang operasional Bus Rapid Transit (BRT) Banjarbakula untuk mengoptimalkan layanan transportasi publik pada 2026 setelah skema Buy The Service (BTS) belum dapat dijalankan akibat kendala regulasi.

Kepala Dishub Kalsel M Fitri Hernadi di Banjarmasin, Jumat, mengatakan penataan ulang dilakukan melalui perubahan pola layanan, pengaturan ulang jalur operasional, penyediaan shuttle kawasan perkantoran, hingga penyesuaian kapasitas armada pada jam sibuk agar layanan angkutan umum tetap berjalan efektif.

Dishub Kalsel sebelumnya menargetkan pengelolaan BRT Banjarbakula menggunakan skema BTS dengan menyerahkan operasional armada kepada pihak ketiga agar standar pelayanan transportasi publik lebih terukur dan terjamin.

“Rencana awalnya armada BRT dikelola secara BTS. Jadi operasional diserahkan kepada pihak ketiga supaya standar pelayanan lebih terjamin. Namun dalam perjalanan, ada beberapa aturan yang masih rancu terkait aset, sewa, tarif, hingga pemeliharaan armada,” ujarnya.

Ia menjelaskan persoalan regulasi tersebut membuat anggaran yang telah disiapkan untuk mendukung implementasi BTS belum dapat dieksekusi pada 2026, sehingga Dishub Kalsel memutuskan menghentikan sementara pola operasional lama sambil menyiapkan konsep layanan yang lebih memungkinkan dijalankan melalui APBD.

Sebagai langkah awal penataan layanan, Dishub Kalsel menyiapkan shuttle khusus yang difokuskan melayani kawasan perkantoran di Banjarbaru dan Banjarmasin guna mendukung mobilitas masyarakat serta aparatur sipil negara pada pusat aktivitas pemerintahan.

"Insya Allah pada Juni atau Juli 2026 menjelang Hari Jadi Provinsi Kalsel akan diluncurkan shuttle khusus yang melayani kawasan perkantoran,” tuturnya.

Fitri menyebutkan, pada tahap awal operasional shuttle tersebut akan menggunakan tiga unit armada sebagai uji coba sebelum dilakukan evaluasi terhadap efektivitas layanan dan kebutuhan pengembangan armada pada tahun berikutnya.

Selain menyiapkan shuttle kawasan perkantoran, Dishub Kalsel juga menyusun skema rerouting atau pengaturan ulang jalur BRT Banjarbakula guna mengefisienkan operasional armada sekaligus memperluas jangkauan pelayanan transportasi publik di wilayah aglomerasi Banjarbakula.

Salah satu skema yang disiapkan yakni memindahkan titik keberangkatan sebagian armada dari kawasan Pal 6 menuju Belitung, kemudian melanjutkan perjalanan menuju Kilometer Nol Banjarmasin hingga ke Banjarbaru melalui Jalan Trikora untuk melayani masyarakat dan aparatur sipil negara di kawasan perkantoran.

Dishub Kalsel juga menyiapkan lokasi pool baru di Banjarbaru agar layanan BRT dapat menjangkau masyarakat dari dua arah sekaligus, baik penumpang dari Banjarbaru menuju Banjarmasin maupun sebaliknya sehingga distribusi layanan transportasi publik menjadi lebih merata.

Selain itu, Dishub Kalsel meminta operator menyediakan bus listrik berkapasitas lebih besar pada jam sibuk pagi dan sore hari guna mengurangi kepadatan penumpang serta menggantikan armada kecil yang dinilai kurang efektif pada waktu tertentu.

“Kami bukan membeli bus baru, polanya adalah meminta operator agar menyediakan bus listrik kapasitas besar agar bisa mengganti peran dua atau tiga bus kapasitas 25 penumpang pada saat jam sibuk,” ujar Fitri Hernadi.



Pewarta: Tumpal Andani Aritonang
Editor : Ulul Maskuriah

COPYRIGHT © ANTARA 2026