Istanbul (ANTARA) - Uni Emirat Arab (UEA) mengatakan mereka tidak mencari perlindungan dari pihak mana pun dan mampu mencegah agresi, sambil menegaskan kembali haknya untuk mempertahankan kedaulatan dan integritas wilayahnya.
Pernyataan itu disampaikan Menteri Negara di Kementerian Luar Negeri UEA Khalifa Shaheen Al Marar dalam pertemuan setingkat menteri luar negeri blok BRICS di New Delhi, India, Jumat (15/5).
Menurut Kantor Berita WAM, Al Marar menolak tuduhan dan kritik Iran yang ditujukan terhadap UEA serta menepis upaya untuk membenarkan serangan yang menargetkan negaranya dan negara-negara lain di kawasan.
Dia mengatakan tindakan tersebut melanggar Piagam Perserikatan Bangsa Bangsa (PBB), hukum internasional, dan prinsip hubungan bertetangga yang baik. UEA dan Iran merupakan anggota BRICS dan sama-sama menghadiri pertemuan di India.
Al Marar juga menolak ancaman terhadap kedaulatan, keamanan nasional, dan pengambilan keputusan independen UEA, seraya menegaskan bahwa negaranya mempertahankan kedaulatannya, hukum, diplomatik, dan militer untuk menanggapi tindakan permusuhan.
Tekanan dan apa yang disebutnya sebagai tuduhan jahat, lanjutnya, tidak akan mengubah posisi atau menghalangi UEA dalam melindungi kepentingan nasionalnya.
Al Marar juga menyebut UEA telah mencegat hampir 3.000 rudal balistik, rudal jelajah, dan pesawat nirawak sejak 28 Februari, yang merupakan awal perang Amerika Serikat dan Israel melawan Iran dengan menargetkan fasilitas sipil dan infrastruktur penting, termasuk bandara, pelabuhan, dan fasilitas energi.
Dia juga menuduh Iran mengganggu jalur maritim, termasuk apa yang disebutnya sebagai penutupan efektif Selat Hormuz yang vital, serta menggambarkan penggunaan jalur laut tersebut sebagai alat tekanan sebagai "tindakan pembajakan".
Pernyataan Al Marar itu muncul sehari setelah Menlu Iran Abbas Araghchi menuduh UEA mempertahankan aliansinya dengan Israel dan mengklaim Abu Dhabi terlibat langsung dalam serangan terhadap Iran.
Ketegangan regional meningkat sejak AS dan Israel melancarkan serangan terhadap Iran hingga memicu balasan dari Iran terhadap Israel serta sekutu-sekutu AS di kawasan Teluk serta penutupan Selat Hormuz.
Gencatan senjata mulai berlaku pada 8 April melalui mediasi Pakistan, tetapi perundingan di Islamabad gagal menghasilkan kesepakatan permanen. Presiden AS Donald Trump pun kemudian memperpanjang gencatan senjata tersebut tanpa batas waktu.
Sumber: Anadolu
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: UEA sebut tak butuh perlindungan dari luar dan pertahankan kedaulatan
Pewarta: Kuntum Khaira RiswanEditor : Imam Hanafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026