Direktorat Polisi Air dan Udara Kepolisian Daerah Kalimantan Selatan Kamis sore mengamankan dan menangani pelaku penembakan yang menyebabkan satu orang tewas dan satu luka.
Kapolres Kotabaru Ajun Komisaris Besar Polisi Rosyanto Yudha SH, SIK melalui Wakapolres Kotabaru Komisaris Polisi Kaswandi Irwan SIK, Kamis malam mengatakan, pelaku penembakan nelayan Kotabaru yang terjadi Rabu sore (11/1) sudah ditangani Ditpolairud Polda Kalsel.
"Identitas pelaku masih dalam tahap pemeriksaan Ditpolairud Polda Kalsel," terangnya.
Kasat Polairud Polres Kotabaru Ajun Komisaris Polisi Rokhmadi menambahkan, polisi juga telah memeriksa nakhoda tugboat Heri Gandaria dan mengamankan tugboat Faria Usaha IX serta tongkang bermuatan peti kemas Lintas Segara di Perairan Tanjung Smalantakan, Pamukan Selatan.
Kasat mengungkapkan, tugboat Faria Usaha IX yang menarik tongkang Lintas Segara berhasil dikejar tim gabungan dari Polairud dengan anggota TNI Angkatan Laut di Perairan Senipah, Kalimantan Timur Kamis sekitar pukul 08.30 Wita.
"Setelah berhasil kami meminta nahkoda membawa tugboat kembali ke Kotabaru," ujarnya.
Tidak ada perlawanan dalam usaha pengejaran dan penangkapan tersebut.
"Hanya saja cuaca kurang mendukung sehingga kapal menuju perairan Kotabaru dengan kecepatan sekitar empat knot atau baru sekitar pukul 15.00-16.00 Wita sampai di Perairan Tanjung Smalantakan," terangnya.
Rohkhmadi menjelaskan, pengejaran terhadap tugboat dan tongkang melibatkan armada laut dan udara, armada laut dari Mabes 521 dan 627 Merpati dari Kaltim.
Komandan Angkatan Laut Kotabaru Letkol (P) Yudi Subiantoro menambahkan, untuk mencegah tugboat dan tongkang lari, tim meminta bantuan armada laut dan udara.
"Pantauan dari atas dilakukan pesawat dari Kaltim sementara dari laut armada KRI dari Mabes," ujarnya.
Pengoperasian armada laut dan udara itu hanya untuk memblok saja agar tidak lari jauh," tambah Yudi.
Dalam kesempatan tersebut Danlanal menambahkan, semuanya telah diserahkan ke polisi untuk menangani masalah terjadinya penembakan terhadap nelayan Kotabaru.
Ditanya motif penembakan kepada dua orang nelayan itu, Yudi belum bisa merinci karena semuanya telah diserahkan ke polisi.
Terlebih mengenai jenis puluru tajam ditemukan di kapal nelayan yang tertembak. Yudi juga belum bisa memastikan apa jenis senjata yang digunakan pelaku.
"Apakah milik oknum aparat saya juga belum tahu. Nanti dibuktikan dalam pemeriksaan sekaligus untuk mengetahui motif dari penembakan. Saat ini jenis peluru sedang dibawa Laboratorium Forensik (Labfor) Surabaya," katanya,
Sebelumnya, seorang nelayan Kotabaru Lampe (60) tewas ditembak orang yang tidak dikenal dan diduga berada di tugboat yang menarik tongkang pengangkut petikemas di Perairan Tanjung Mangkok, Pulau Sebuku, Kotabaru Rabu sore (11/1).
Lampe meninggal diduga akibat luka tembak di bagian pinggang, selain Lampe satu korban luka yakni Andi Daha yang terkena tembakan dibagian paha dan betis./C/B
Editor : Ulul Maskuriah
COPYRIGHT © ANTARA 2026
Dilarang keras mengambil konten, melakukan crawling atau pengindeksan otomatis untuk AI di situs web ini tanpa izin tertulis dari Kantor Berita ANTARA.